Jakarta – Pemerintah terus berupaya menstabilkan harga dan pasokan beras di seluruh Indonesia melalui operasi pasar yang gencar. Langkah ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) yang dijalankan Perum Bulog akan terus berlanjut.
“Bapak Presiden perintahkan operasi pasar terus-menerus,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Amran mengungkapkan, stok beras SPHP yang dialokasikan untuk operasi pasar masih mencukupi, yaitu lebih dari 1 juta ton hingga Januari-Februari 2026.
Data per 19 Oktober 2025 menunjukkan, realisasi penjualan beras SPHP telah mencapai 492,9 ribu ton dari target 1,5 juta ton. Beras SPHP dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium.
Masyarakat dapat membeli beras SPHP di pasar tradisional dan ritel modern. Penjualan di pasar tradisional tercatat 51,8 ribu ton, sedangkan di ritel modern 17,3 ribu ton.
Selain SPHP, pemerintah juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah dilaksanakan sebanyak 10.212 kali sejak Januari hingga 17 Oktober 2025.
GPM menjangkau 37 provinsi dan 375 kabupaten/kota, dan akan terus ditingkatkan hingga Desember mendatang.
Program GPM bertujuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses pangan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini melibatkan pemerintah daerah, BUMN, BUMD, serta asosiasi petani dan pelaku usaha pangan.
Pemerintah mengklaim, inflasi pangan year to date berada di angka 3,32 persen, masih sesuai dengan target yang ditetapkan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) Tahun 2025.






