Berita

PBNU Berhentikan Gus Yahya, Jabatan Ketua Umum Berakhir?

113
×

PBNU Berhentikan Gus Yahya, Jabatan Ketua Umum Berakhir?

Sebarkan artikel ini
beredar-surat-soal-gus-yahya-bukan-lagi-ketum-pbnu
beredar surat soal gus yahya bukan lagi ketum pbnu

Jakarta – Gonjang-ganjing kepemimpinan terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

PBNU secara resmi menyatakan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum.

Keputusan ini tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Wakil Rais Aam Afifuddin Muhajir dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir.

Surat edaran ini merupakan tindak lanjut dari rapat harian Syuriyah PBNU pada 20 November lalu.

Rapat tersebut sebelumnya meminta Gus Yahya untuk mengundurkan diri dalam waktu tiga hari.

Karena tenggat waktu tersebut telah berlalu, Syuriyah PBNU memutuskan untuk memberhentikan Yahya Cholil Staquf.

“Memang benar surat itu dari Syuriyah PBNU,” ujar Ahmad Tajul Mafakhir, membenarkan surat edaran tersebut.

Surat edaran tersebut menyatakan Gus Yahya tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU terhitung mulai 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.

Dengan demikian, Yahya Cholil Staquf tidak lagi memiliki wewenang dan hak untuk menggunakan atribut, fasilitas, dan bertindak atas nama PBNU.

Surat edaran ini juga memerintahkan pengurus untuk menggelar rapat pleno menindaklanjuti pergantian pengurus PBNU.

Selama kekosongan jabatan ketua umum, kepemimpinan PBNU berada di tangan Rais Aam selaku pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama.

Namun, Ketua PBNU Savic Ali menyatakan AD/ART PBNU tidak memungkinkan Syuriyah memecat Ketua Umum.

Menurutnya, yang berwenang memberhentikan Ketua Umum PBNU adalah muktamar.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Gus Yahya terkait surat edaran tersebut.