Ecozone

Panik Stok Menipis, Warga Aceh Serbu SPBU, Antrean Mengular!

165
×

Panik Stok Menipis, Warga Aceh Serbu SPBU, Antrean Mengular!

Sebarkan artikel ini
akibat-pernyataan-bahlil-stok-bbm-tinggal-20-hari,-warga-aceh-panic-buying-serbu-spbu-pertamina
akibat pernyataan bahlil stok bbm tinggal 20 hari, warga aceh panic buying serbu spbu pertamina

Aceh – Warga di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah, dan Bener Meriah menyerbu SPBU Pertamina, Rabu (4/3/2026). Mereka berbondong-bondong membeli BBM karena khawatir stok menipis.

Antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter. Bahkan, di beberapa SPBU antrean mencapai hampir satu kilometer.

Indra, warga Bener Meriah, mengaku rela antre demi mendapatkan Pertalite untuk motornya.

“Informasinya kan 20 hari stok BBM dari Pak Menteri. Daripada nanti krisis, saya harus cari minyak di sini,” ujarnya. Ia bahkan sudah mengantre sejak selepas Isya.

Kekhawatiran warga dipicu pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal stok BBM nasional yang hanya cukup untuk 20-25 hari.

Di SPBU Pertamina Kemili, Takengon, antrean dilaporkan mencapai hampir satu kilometer. Warga mulai mengantre sejak pukul 19.30 WIB.

Sementara di SPBU Pertamina Tan Saril, antrean mencapai sekitar 500 meter.

Antrean panjang ini sempat memicu ketegangan dan cekcok antar warga.

“Barusan ada keributan pas antrean. Kami enggak tahu masalahnya apa. Padahal ini bulan Ramadhan. Saya sendiri takut besok sudah enggak kebagian BBM,” kata Rahmat, warga Takengon.

Lonjakan antrean diduga kuat akibat panic buying karena kekhawatiran kelangkaan BBM.

Gedung Federal Reserve di Washington DC dengan latar belakang bendera Amerika Serikat
Ecozone

Risiko inflasi yang masih berada di atas target 2% membuat Federal Reserve (The Fed) tetap membuka peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebelum akhir 2026. Hal tersebut tercermin dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 15–16 September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026). Dalam rapat tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75%–4,00%. Mayoritas pejabat The Fed menilai…