Jakarta – Musisi asal Aceh, DJ Donny, kembali menjadi sasaran teror. Kediamannya dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal pada Rabu (31/12/2025) pagi. Kejadian ini menambah daftar panjang aksi teror terhadap aktivis dan tokoh yang vokal mengkritik pemerintah terkait penanganan bencana di Sumatera.
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras), Dimas Bagus Arya, menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini. “Kami mendapatkan informasi dari teman yang mengenal Donny. Dia mengirim video kejadian,” ujarnya.
Dalam video berdurasi 33 detik yang diterima, terlihat dua orang tak dikenal mengenakan masker berjalan menuju rumah DJ Donny. Salah seorang kemudian melempar bom molotov ke teras rumah. Beruntung, api sempat padam sebelum menimbulkan ledakan besar. “Untung aja Allah masih baik sama saya. Apinya mati duluan,” ungkap DJ Donny.
Donny telah melaporkan teror ini ke Polda Metro Jaya. Ia khawatir aksi ini tidak hanya membahayakan dirinya dan keluarga, tetapi juga warga sekitar.
Dimas menduga ada upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis terhadap pemerintah. Ia mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas pelaku teror. Menurutnya, kritik seharusnya diterima sebagai bagian dari iklim demokrasi.
Sebelumnya, DJ Donny juga pernah menerima kiriman bangkai ayam dan surat ancaman. Selain Donny, seorang tokoh publik asal Aceh, Shery Annavita, mengaku dikirimi sekantung telur busuk dan mobilnya menjadi sasaran vandalisme.
Rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, juga pernah diteror dengan kiriman bangkai ayam beserta pesan bernada ancaman. Teror ini diduga terkait dengan aktivitas Iqbal sebagai pengkampanye Greenpeace, terutama kritiknya terhadap penanganan bencana Sumatera.






