Nagoya – Kontingen olahraga Tailan mendominasi perolehan medali pada ajang Asian Games 2026 dengan mengumpulkan tujuh medali emas hingga memasuki hari ketujuh pelaksanaan pesta olahraga se-Asia tersebut pada Sabtu (26/9/2026).
Dilansir dari jpnn.com, perolehan medali emas Tailan tersebut unggul jauh dibandingkan Indonesia yang baru mencatatkan satu medali emas dalam kompetisi yang berlangsung di Aichi dan Nagoya sejak 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
Tiga dari tujuh medali emas Tailan disumbangkan melalui cabang olahraga teqball, sementara sisanya diraih dari cabang atletik, berkuda, bela diri campuran (MMA), dan sepak takraw.
Selain emas, Tailan juga mengoleksi sejumlah medali perak dan perunggu dari 14 cabang olahraga berbeda, termasuk bulu tangkis, esports, kabaddi, karate, dayung, menembak, bola voli, polo air, dan angkat besi.
Dominasi ini konsisten ditunjukkan Tailan dalam sejarah partisipasi mereka di Asian Games, di mana mereka rata-rata menempati peringkat ketujuh, sementara Indonesia berada di peringkat kesebelas.
Meskipun memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih sedikit dengan 71,6 juta jiwa dibandingkan Indonesia yang mencapai 287 juta jiwa, Tailan secara konsisten mengirimkan kontingen atlet yang lebih besar.
Tahun ini, Tailan menerjunkan 694 atlet ke Asian Games 2026, angka yang melampaui jumlah kontingen Indonesia sebanyak 432 atlet.
Kesenjangan prestasi ini tetap bertahan meskipun Tailan memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 561 miliar dolar AS, atau hanya sekitar 36 persen dari PDB Indonesia yang mencapai 1,5 triliun dolar AS.
Ambisi Tailan untuk membangun gengsi nasional melalui olahraga telah terlihat sejak edisi Asian Games Tokyo 1958, di mana mereka terus bersaing ketat dengan negara-negara raksasa Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.
Keberhasilan ini didukung oleh ekosistem olahraga yang masif, termasuk pemberian bonus besar bagi atlet peraih medali dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta.
Seorang warga Tailan, Arkaneh Urairat, menjelaskan fenomena tersebut melalui platform Quora.
“Negaraku Tailan akan luar biasa heboh kapan pun ada turnamen olahraga internasional,” kata Arkaneh Urairat.
“Siapa pun yang meraih medali akan mendadak jadi jutawan,” kata Arkaneh Urairat.
Dukungan kelembagaan yang kuat dan promosi olahraga sebagai elemen soft power menjadi kunci utama Tailan dalam mempertahankan posisinya sebagai kekuatan besar olahraga di kawasan Asia Tenggara.
Performa Tailan yang terukur dan meningkat dari edisi ke edisi menegaskan bahwa keberhasilan mereka bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari pembinaan akar rumput yang strategis.
Hingga saat ini, Tailan tetap menjadi salah satu negara yang paling ambisius dalam mengejar prestasi di panggung internasional, terlepas dari tantangan ekonomi yang mereka hadapi dibandingkan negara maju lainnya di kawasan tersebut.







