Berita

Investor Kripto, Ini Strategi Jitu Hadapi Bear Market!

115
×

Investor Kripto, Ini Strategi Jitu Hadapi Bear Market!

Sebarkan artikel ini
lima-strategi-investor-hadapi-bear-market-kripto-agar-tetap-untung
lima strategi investor hadapi bear market kripto agar tetap untung

Jakarta – Bear market atau pasar beruang dalam kripto adalah fase penurunan harga yang tak terhindarkan. Investor berpengalaman justru melihatnya sebagai peluang. Bukan sebagai momen untuk panik.

Pintu Academy memberikan lima strategi untuk bertahan di tengah bear market.

Apa saja?

Apa Itu Bear Market?

Bear market adalah kondisi pasar saat harga aset turun signifikan dalam waktu yang lama.

Berbeda dengan koreksi jangka pendek, bear market bisa berlangsung berbulan-bulan. Bahkan lebih dari setahun.

Sentimen negatif yang meluas menjadi ciri khasnya.

Biasanya, bear market terjadi setelah aset mencetak rekor tertinggi (ATH). Lalu diikuti koreksi pasar.

Faktor lain seperti makroekonomi, kebijakan moneter, atau geopolitik juga memperkuat tekanan jual.

Siklus Bear Market Kripto

Pasar kripto punya siklus empat tahunan terkait bull dan bear market.

Siklus ini berpusat pada Bitcoin halving. Yaitu berkurangnya imbalan penambang Bitcoin sebesar 50 persen setiap empat tahun.

ATH baru cenderung terbentuk 2-3 tahun setelah Bitcoin mencapai titik terendah siklus sebelumnya.

Pasar biasanya mengalami fase akumulasi atau sideways. Ini dimanfaatkan investor jangka panjang.

Lima Strategi di Bear Market

Berikut strategi menghadapi bear market menurut Pintu Academy:

  1. Sabar Menentukan Aset dan Target Harga Beli

Investor berpengalaman melihat bear market sebagai fase mengakumulasi aset yang undervalued.

* Buat watchlist aset dengan fundamental kuat.
* Pantau respons harga terhadap penurunan Bitcoin.
* Tetapkan target harga beli berdasarkan analisis. Misalnya area support historis.

  1. Proteksi Modal

Prioritas utama adalah menjaga modal.

Strategi efektif adalah Dollar-Cost Averaging (DCA). Yaitu membeli aset rutin dalam jumlah tetap tanpa bergantung harga pasar.

Contoh: Investor A menginvestasikan Rp 12 juta sekaligus saat harga Bitcoin sekitar 47.000 dolar AS. Lalu nilainya turun signifikan.