Berita

Ili Lewotolok Erupsi, Muntahkan Lava! Warga Harus Segera Mengungsi!

300
×

Ili Lewotolok Erupsi, Muntahkan Lava! Warga Harus Segera Mengungsi!

Sebarkan artikel ini
gunung-ili-lewotolok-erupsi-lagi,-waspada-longsoran-lava
gunung ili lewotolok erupsi lagi, waspada longsoran lava

Lembata – Dua Erupsi Gunung Ili Lewotolok Guncang Lembata dalam Satu Hari

Gunung Ili Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang meningkat pada hari Senin (30/6), dengan dua kali erupsi yang terjadi dalam satu hari. Erupsi pertama tercatat pada pukul 08.06 WITA, menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.000 meter di atas puncak gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA), Syawaludin, dalam laporan tertulis yang dirilis pada pukul 08.21 WITA, mengungkapkan bahwa kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. “Telah terjadi erupsi G. Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 30 Juni 2025 pukul 08:06 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 2.423 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat,” ungkapnya. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo 40 milimeter dan durasi 1 menit 6 detik.

Selang waktu 30 menit, pada pukul 08.34 WITA, erupsi kedua terjadi dengan semburan abu vulkanik setinggi 900 meter di atas puncak. Syawaludin menambahkan bahwa kolom abu yang teramati juga berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. “Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 33.2 milimeter dan durasi 48 detik,” imbuhnya. Saat ini, status Gunung Ili Lewotolok masih berada pada level waspada atau level II.

Gunung Ili Lewotolok terletak di antara Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, dengan ketinggian 1.423 meter di atas puncak. PPGA mengimbau masyarakat di sekitar gunung untuk tidak beraktivitas atau memasuki area dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Secara khusus, masyarakat Desa Lamatokan dan Desa Jontona diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya dari guguran dan longsoran lava dari bagian timur puncak atau kawah gunung. Syawaludin, yang melaporkan dari PPGA di Desa Laranwutun Kecamatan Ile Ape, menegaskan bahwa masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki, wisatawan, serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara, tidak diperkenankan memasuki wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Ia juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi bahaya dari guguran atau longsoran lava dari bagian selatan dan tenggara puncak atau kawah Gunung Ili Lewotolok.

Selain itu, PPGA juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, pengunjung, pendaki, wisatawan, serta masyarakat Desa Amakaka untuk tidak memasuki wilayah sektoral barat sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Syawaludin menjelaskan agar masyarakat mewaspadai potensi bahaya dari guguran atau longsoran lava dari bagian barat puncak atau kawah Gunung Ili Lewotolok.

PPGA Ili Lewotolok juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker atau pelindung hidung dan mulut guna melindungi mata dan kulit serta mencegah terjadinya gangguan pernapasan atau ISPA.