Berita

Danantara Pangkas 290 BUMN, Efisiensi Anggaran Capai Rp 50 Triliun

9
×

Danantara Pangkas 290 BUMN, Efisiensi Anggaran Capai Rp 50 Triliun

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melakukan penataan strategis terhadap ratusan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan memangkas 290 entitas guna mencapai efisiensi anggaran sekitar Rp 50 triliun hingga Minggu (6/9/2026).

Dilansir dari Sekretariat Kabinet, langkah efisiensi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melakukan restrukturisasi menyeluruh untuk memperkuat kinerja sektor usaha milik negara.

Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani menyampaikan laporan kemajuan tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Hambalang, Jawa Barat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Pemerintah menetapkan target ambisius untuk menutup sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 guna mencapai proyeksi efisiensi anggaran kumulatif hingga Rp 100 triliun.

Selain penataan struktur, pemerintah juga mendorong percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat investasi nasional.

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menjadi salah satu fokus utama penataan dengan rencana penyederhanaan struktur usaha dari 18 entitas menjadi lebih ramping dan terintegrasi.

“Harapan saya dari hasil seluruh proses yang kita lakukan ini, bisa membuat Adhi menjadi sehat, dan kita fokus di atasnya hanya sebagai kontraktor dengan kualitas yang baik,” kata Dony Oskaria.

Dony Oskaria menegaskan kebijakan pelarangan pembentukan anak perusahaan baru bagi ADHI untuk mencegah munculnya persoalan operasional di masa depan.

“Kita lihat nih, setiap bikin anak perusahaan semuanya bermasalah, jadi stop, tidak boleh lagi ada anak-anak perusahaan baru,” kata Dony Oskaria.

ADHI saat ini sedang menargetkan penyelesaian rekonstruksi keuangan pada September 2026 untuk menjaga stabilitas bisnis perseroan.

Anak usaha ADHI di sektor properti, termasuk PT Adhi Commuter Properti Tbk, dijadwalkan menjalani uji tuntas menyeluruh sebagai dasar pengambilan keputusan strategis berikutnya.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) juga melakukan konsolidasi besar-besaran dengan melebur sejumlah anak usahanya ke dalam entitas PT Varia Usaha Beton (VUB) dan Distributor PT Semen Indonesia (SID).

Skema penggabungan tersebut ditujukan untuk melakukan penataan dan penguatan portofolio usaha distribusi bahan bangunan yang terintegrasi di lingkungan Grup SMGR.

“Rencana penggabungan tersebut merupakan bagian dari penataan (streamlining) entitas dalam lingkungan Grup dan ditujukan untuk melakukan penataan dan penguatan portofolio usaha distribusi bahan bangunan yang terintegrasi,” tulis SMGR dalam laporan keuangannya.

Proses merger tersebut masih bersifat bersyarat dan menunggu persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia terkait perubahan Anggaran Dasar perusahaan terkait.