Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual pada perdagangan Kamis (6/8/2026) dengan ditutup melemah tipis sebesar 0,12% ke level 6.343 akibat dominasi sentimen negatif di sebagian besar sektor bursa.
Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia, pergerakan pasar hari ini mencatat sebanyak 337 saham terkoreksi, sementara 265 saham berhasil menguat dan 192 saham lainnya berada dalam posisi stagnan.
Aktivitas perdagangan menunjukkan total nilai transaksi mencapai Rp 18,18 triliun dengan volume perdagangan sebesar 54,90 miliar saham yang melibatkan 2,67 juta frekuensi transaksi.
Kapitalisasi pasar IHSG tercatat berada pada angka Rp 11.118 triliun seiring dengan dinamika transaksi yang dipimpin oleh saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai Rp 1,21 triliun.
Posisi transaksi terbesar berikutnya diisi oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 879,17 miliar dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp 851,67 miliar.
Selain itu, terdapat PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai Rp 771,13 miliar, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) Rp 757,06 miliar, serta PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) sebesar Rp 579,88 miliar.
Sektor teknologi menjadi penekan utama indeks dengan mencatatkan penurunan sebesar 0,60%, termasuk saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang turun 0,76% ke level Rp 1.965 per saham.
Secara keseluruhan, tujuh dari sebelas sektor yang terdaftar di bursa terpantau bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan.
Kinerja bursa saham Asia pada waktu yang sama menunjukkan hasil yang bervariasi, di mana indeks Nikkei turun 0,93% dan Hang Seng terkoreksi 1,49%.
Di sisi lain, indeks Shanghai Composite terpantau tumbuh 0,57% dan Straits Times mencatatkan penguatan sebesar 1,03%.
Daftar saham top gainers dipimpin oleh PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) yang naik 25,20% ke harga Rp 159 per saham.
Saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) menyusul dengan kenaikan 15,74% ke harga Rp 250, diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menguat 12,14% ke harga Rp 970.
Sementara itu, jajaran saham top losers mencakup PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang turun 14,86% ke level Rp 630.
Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) juga mengalami pelemahan sebesar 4,67% ke posisi Rp 510 per saham.
Penurunan harga saham juga dialami oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan koreksi sebesar 3,64% menuju level harga Rp 530.







