Berita

Chivu Sebut Inter Belum Sempurna Meski Sapu Bersih Serie A

18
×

Chivu Sebut Inter Belum Sempurna Meski Sapu Bersih Serie A

Sebarkan artikel ini
Cristian Chivu memberikan instruksi kepada pemain Inter Milan di pinggir lapangan Stadion Giuseppe Meazza
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menilai timnya masih perlu berbenah meski meraih kemenangan beruntun di Serie A.

Jakarta – Pelatih kepala Inter Milan, Cristian Chivu, menyatakan timnya masih memerlukan banyak perbaikan performa meskipun telah mencatatkan empat kemenangan beruntun di awal musim Serie A Liga Italia hingga Rabu (16/9/2026).

Dikutip dari Football Italia, Cristian Chivu menegaskan bahwa skuad asuhannya belum mencapai titik kesempurnaan meski berhasil menaklukkan Udinese dengan skor 5-3 di Stadion Giuseppe Meazza.

Kemenangan tersebut membawa Inter Milan menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 12 poin, jumlah yang sama dengan pemuncak klasemen AS Roma.

Hasil positif ini dicapai setelah Inter Milan sempat tertinggal dua gol lebih dulu sebelum akhirnya membalikkan keadaan di hadapan pendukungnya sendiri.

Pertandingan melawan Udinese tercatat sebagai laga dengan intensitas tinggi yang melibatkan delapan pencetak gol berbeda di sepanjang durasi pertandingan.

Cristian Chivu menilai kemampuan timnya dalam membalikkan situasi sulit merupakan bagian dari identitas permainan yang mereka bangun musim ini.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan ada sejumlah aspek yang perlu kami tingkatkan,” kata Cristian Chivu.

“Ini kualitas kami dan apa yang kami tahu bisa kami lakukan,” kata Cristian Chivu.

Catatan statistik menunjukkan bahwa Inter Milan telah membukukan 14 gol dalam empat pertandingan liga, menjadikan mereka tim paling produktif di Italia saat ini.

Performa ofensif tersebut menempatkan Inter Milan sebagai salah satu tim paling tajam di lima liga top Eropa, bersanding dengan klub besar seperti Bayern Muenchen.

Namun, produktivitas tinggi tersebut diiringi dengan kerentanan di lini pertahanan yang telah kebobolan sebanyak enam kali.

Cristian Chivu menganggap kebobolan tersebut sebagai konsekuensi logis dari gaya permainan menyerang yang diterapkan timnya.

“Lawan kami berani menghadapi kami dan saya menyukai cara bermain seperti ini, meskipun memang berarti kami harus mengambil risiko,” kata Cristian Chivu.

Dalam waktu dekat, Inter Milan akan melakoni laga krusial menghadapi AS Roma di Stadion Olimpico pada akhir pekan ini.

Pertarungan tersebut menjadi penentu status capolista sebelum liga memasuki jeda internasional yang panjang.

“Jelas, ini adalah pertandingan penting sebelum jeda panjang untuk agenda internasional,” kata Cristian Chivu.

Laga melawan AS Roma akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi Inter Milan dalam mempertahankan tren kemenangan di awal musim.

Sejauh ini, Inter Milan telah menunjukkan karakter kuat dengan memenangkan laga kontra Napoli sebelumnya melalui drama pembalikan skor.

Kebutuhan untuk menyeimbangkan antara efektivitas serangan dan soliditas pertahanan menjadi fokus utama tim pelatih dalam sesi latihan mendatang.