Berita

Buka ISS 2026, Menpora Erick Tegaskan Olahraga Investasi Bukan Biaya

10
×

Buka ISS 2026, Menpora Erick Tegaskan Olahraga Investasi Bukan Biaya

Sebarkan artikel ini
Menpora Erick Thohir saat memberikan sambutan dalam pembukaan Indonesia Sports Summit 2026 di JCC Senayan.
Menpora Erick Thohir menegaskan pentingnya menjadikan industri olahraga sebagai instrumen investasi nasional dalam pembukaan Indonesia Sports Summit 2026.

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa sektor olahraga harus dikelola sebagai instrumen investasi dan sumber pendapatan negara, bukan sekadar beban anggaran, dalam pembukaan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada Jumat (11/9/2026).

Dilansir dari Fenesia, pengembangan industri olahraga nasional memerlukan penyelarasan visi di antara seluruh pemangku kepentingan untuk memaksimalkan potensi ekonomi serta pembentukan karakter bangsa.

“Ketika kita tidak menyamakan visi, paradigma olahraga dianggap biaya; kita tempatkan kembali olahraga sebagai investasi untuk karakter bangsa, investasi untuk kesehatan,” kata Erick Thohir.

Pemerintah menyoroti sejarah panjang olahraga sebagai alat pemersatu bangsa, merujuk pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada 9 September 1948 sebagai bentuk investasi awal.

Erick Thohir juga mencontohkan kesuksesan Asian Games 1962 sebagai langkah strategis dalam membangun citra nasional atau national branding di kancah internasional.

“Tahun 1962 Asian Games, 17 tahun setelah kemerdekaan, negara kita menjadi negara keempat di Asia yang jadi tuan rumah pesta olahraga terbesar di Benua Asia; ini untuk national branding,” ujar Erick Thohir.

Penyelenggaraan ajang tersebut terbukti efektif mendorong pembangunan infrastruktur vital seperti sarana olahraga, jalan, jembatan, hingga Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Data menunjukkan potensi industri olahraga Indonesia sangat besar, didukung oleh sekitar 125 juta penduduk berusia 13 hingga 30 tahun.

Secara global, nilai industri olahraga mencapai Rp8.000 triliun dan sport tourism mencapai Rp9.000 triliun, namun kontribusi Indonesia masih berada di angka 0,5 persen atau sekitar Rp40 triliun.

“Sport adalah investasi, sport adalah revenue,” tegas Erick Thohir.

Sebagai bukti nyata, BRI Super League tercatat memberikan dampak ekonomi sebesar Rp10,5 triliun, sementara ajang MotoGP di Mandalika menyumbang Rp4,5 triliun.

Pemerintah berkomitmen memberikan kemudahan bagi para investor yang ingin menanamkan modal di sektor olahraga nasional.

“Kita buka siapa yang mau investasi sport kita akan mudahkan; kita dorong kemudahan-kemudahan,” kata Erick Thohir.

Terdapat upaya sinkronisasi regulasi lintas kementerian guna mengurangi kompleksitas birokrasi dalam penyelenggaraan berbagai ajang olahraga.

Pembagian peran telah ditetapkan, di mana Kemenpora fokus pada atlet unggulan, sementara pembinaan di sekolah berada di bawah wewenang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Kemenpora payungnya multi event, single event cabor; kita urus super atlet, yang sekolah Mendikdasmen,” ujar Erick Thohir.

Terkait infrastruktur, pemerintah akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk merevitalisasi fasilitas olahraga yang mangkrak agar dapat kembali dimanfaatkan secara optimal.

Pemerintah juga melarang pembangunan venue baru untuk ajang PON guna memastikan efisiensi anggaran dan keberlanjutan penggunaan fasilitas yang sudah tersedia.

ISS 2026 juga memperkenalkan rencana pengembangan sistem digital terintegrasi untuk layanan informasi, penjualan tiket, hingga pengurusan visa bagi ajang internasional seperti FIFA ASEAN dan Indonesia Open.