Jakarta – Wakil Ketua Umum Bidang Kebudayaan Kadin Indonesia, Rahayu Saraswati, menyatakan bahwa kekayaan Intellectual Property (IP) berbasis narasi lokal kini menjadi aset ekonomi strategis yang mampu mentransformasi Indonesia menjadi pemain utama soft power global pada Jumat (11/09/2026).
Dilansir dari Katadata, transisi industri kebudayaan dari sekadar sarana hiburan menjadi motor penggerak ekonomi bernilai tinggi dianggap krusial di tengah ancaman disrupsi teknologi terhadap sektor manufaktur konvensional.
Transformasi ekonomi ini menempatkan narasi sejarah dan tradisi nusantara sebagai sumber energi terbarukan bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Rahayu Saraswati menekankan bahwa keberhasilan visi tersebut sangat bergantung pada sinergi erat antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun ekosistem pendukung yang mumpuni.
“Lompatan ini membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah dan sektor swasta, khususnya dalam membentuk lembaga pengelola ekspor budaya yang independen serta menyediakan akses pembiayaan yang berkelanjutan,” kata Rahayu Saraswati.
Pembangunan ekosistem yang komprehensif dinilai mendesak agar kekayaan intelektual lokal tidak hanya dikonsumsi di dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional.
Tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini mencakup penyediaan infrastruktur regulasi yang memadai serta perlindungan hak cipta yang lebih ketat bagi para kreator lokal.
Sektor swasta diharapkan berperan lebih aktif dalam memberikan pendanaan yang terukur bagi pengembangan konten kreatif berbasis budaya agar dapat diproduksi secara massal dan profesional.
Pemerintah di sisi lain dituntut untuk memfasilitasi kebijakan perdagangan yang mendukung ekspor produk-produk kreatif ke berbagai negara tujuan utama.
Diskusi mengenai strategi dan tantangan dalam mengoptimalkan potensi budaya sebagai pilar ekonomi masa depan ini diulas lebih dalam dalam program The Boardroom by Katadata.
Acara tersebut dipandu oleh host Mulya Amri dan Rezza Aji Pratama bersama narasumber Rahayu Saraswati yang disiarkan melalui saluran YouTube Katadata Indonesia.
Upaya menjadikan budaya sebagai aset ekonomi bukan sekadar langkah diversifikasi, melainkan respons terhadap perubahan pola konsumsi global yang semakin menghargai orisinalitas narasi.
Dengan memanfaatkan kekayaan intelektual yang bersumber dari kearifan lokal, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengisi celah pasar konten kreatif internasional yang terus berkembang.
Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait kini tengah memetakan langkah konkret guna memastikan bahwa setiap kekayaan intelektual dapat dikelola secara komersial tanpa menghilangkan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.
Sinergi antara kebijakan publik dan inovasi swasta diharapkan mampu menciptakan stabilitas ekonomi baru yang lebih tahan terhadap guncangan pasar global di masa depan.







