Ecozone

Persaingan Ojol Kian Sengit, Lalamove dan Green SM Tantang Dominasi Raksasa

1
×

Persaingan Ojol Kian Sengit, Lalamove dan Green SM Tantang Dominasi Raksasa

Sebarkan artikel ini
Tampilan antarmuka aplikasi Lalamove dan armada taksi listrik Green SM di jalanan Jakarta.
Lalamove dan Green SM memperluas jangkauan operasional untuk menantang dominasi pemain lama di pasar transportasi online Indonesia.

Jakarta – Pasar layanan transportasi online di Indonesia mengalami pergeseran signifikan seiring dengan langkah ekspansi strategis yang dilakukan oleh platform logistik Lalamove dan penyedia taksi listrik Green SM pada Sabtu (5/9/2026) untuk menantang dominasi pemain lama seperti Gojek dan Grab.

Dilansir dari laman resmi perusahaan terkait, kedua entitas tersebut kini memperluas jaringan operasional serta diversifikasi model bisnis mereka di berbagai wilayah tanah air guna menangkap peluang pasar mobilitas penumpang yang semakin kompetitif.

Lalamove secara resmi telah mengintegrasikan layanan ride-hailing ke dalam ekosistemnya melalui fitur Lalamove Ride yang mencakup transportasi sepeda motor serta mobil.

Langkah strategis ini memungkinkan para mitra pengemudi untuk mendapatkan pendapatan ganda melalui sistem kerja fleksibel tanpa target harian yang menggabungkan layanan pengiriman barang dan antar jemput penumpang.

Layanan Lalamove Ride pertama kali diperkenalkan di wilayah Jabodetabek pada Agustus 2024 sebelum kemudian merambah ke Bandung pada 13 Februari 2025.

“Dengan cakupan wilayah yang luas, Lalamove Ride siap menjadi solusi transportasi harian bagi masyarakat Bandung dan peluang baru bagi para mitra driver,” kata pihak Lalamove dalam pengumuman resminya.

Perluasan jangkauan layanan terus berlanjut hingga ke Malang dan Cirebon pada Mei 2026 untuk memperkuat basis pengemudi di kota-kota sekunder.

Di sisi lain, Green SM mengambil pendekatan berbeda dengan memfokuskan pengembangan ekosistem taksi berbasis kendaraan listrik melalui kategori Green Car dan Green Premium.

Perusahaan tersebut telah melebarkan sayap operasionalnya dari Jakarta ke sejumlah kota besar lainnya termasuk Makassar, Surabaya, Bali, dan Bandar Lampung.

Pada 27 Februari 2026, Green SM menjalin kemitraan strategis dengan Taksi Komotra di Bali untuk mengoperasikan armada taksi yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.

Untuk meningkatkan kapasitas armada tanpa harus mengoperasikan seluruh kendaraan sendiri, perusahaan meluncurkan Green SM Platform pada April 2026.

Platform ini menawarkan skema bagi hasil yang kompetitif hingga 90%, disertai program insentif berbasis performa, sehingga memungkinkan mitra pengemudi mendapatkan pendapatan yang stabil sekaligus membuka peluang pengembangan jangka panjang,” tulis pernyataan resmi Green SM.

Selain memperluas kemitraan, Green SM juga melakukan pembaruan teknologi aplikasi dengan mengintegrasikan sistem kecerdasan buatan atau AI yang mampu beradaptasi secara real-time terhadap perilaku pengguna.

“Halaman utama secara otomatis menampilkan layanan yang relevan berdasarkan pola pemakaian, waktu, dan lokasi, sehingga pengguna dapat mengakses opsi yang paling sesuai dengan lebih cepat,” jelas pihak perusahaan.

Kompetisi antar kedua perusahaan ini mencerminkan diversifikasi strategi dalam industri transportasi digital yang kini menuntut efisiensi operasional dan inovasi teknologi yang lebih mendalam.

Sementara Lalamove mengandalkan kekuatan jaringan logistik yang sudah ada, Green SM berupaya membangun diferensiasi melalui penggunaan kendaraan ramah lingkungan dan sistem bagi hasil yang lebih terbuka bagi pemilik kendaraan.

Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa pelaku industri harus terus beradaptasi dengan kebutuhan pengguna yang semakin dinamis dan menuntut fleksibilitas layanan yang lebih tinggi.