Berita

BRIN Sebut Fenomena Longsoran di Aceh Bukan Sinkhole, Ungkap Faktor Penyebabnya

119
×

BRIN Sebut Fenomena Longsoran di Aceh Bukan Sinkhole, Ungkap Faktor Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
brin-sebut-fenomena-longsoran-di-aceh-bukan-sinkhole,-ungkap-faktor-penyebabnya
brin sebut fenomena longsoran di aceh bukan sinkhole, ungkap faktor penyebabnya

Jakarta – Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, mengungkap penyebab tanah amblas di Ketol, Aceh Tengah.

Menurutnya, itu adalah longsoran, bukan sinkhole.

“Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” katanya, Sabtu.

Citra satelit Google Earth sejak 2010 menunjukkan adanya lembah kecil di kawasan tersebut.

Erosi dan longsoran terus berlangsung, membuat lembah semakin besar.

Adrin menduga gempa bumi berkontribusi mempercepat proses tersebut.

Gempa 6,2 magnitudo di Aceh Tengah pada 2013 mungkin memperlemah struktur lereng.

Hujan lebat juga menjadi pemicu utama.

Batuan tufa yang rapuh mudah jenuh air dan runtuh.

Kemiringan lereng yang curam memperparah kondisi.

Air dari saluran irigasi perkebunan juga mempercepat longsor.

Air yang meresap meningkatkan kelembaban lapisan tufa.

“Jika saluran irigasi terbuka dan air terus masuk ke dalam tanah, maka lapisan yang sudah rapuh itu menjadi semakin tidak stabil,” ujarnya.

Adrin mengemukakan hipotesis aliran air tanah di batas lapisan lahar dan batu tufa.

Penggerusan di kaki lereng menyebabkan bagian atas tebing kehilangan penyangga.

Fenomena ini berlangsung puluhan hingga ratusan tahun.

Gempa dan hujan hanya mempercepat proses alami pembentukan lembah.

Kondisi serupa dapat ditemukan di wilayah lain dengan batuan gunung api muda.

Ia mencontohkan Ngarai Sianok di Sumatera Barat.

“Kami masih sebatas menganalisis berdasarkan data citra dan informasi publik. Untuk memastikan penyebab secara detail diperlukan penelitian komprehensif,” jelasnya.