Ecozone

BI Pangkas Suku Bunga, Pembiayaan Lebih Lancar

142
×

BI Pangkas Suku Bunga, Pembiayaan Lebih Lancar

Sebarkan artikel ini
b2809e5ccc2aca5c7d71e79e4b1d46b2.jpg
b2809e5ccc2aca5c7d71e79e4b1d46b2.jpg

Jakarta – Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5% pada Rabu (20/8/2025). Kendati demikian, APPI memperkirakan dampak penurunan suku bunga ini terhadap industri pembiayaan baru akan terasa dalam empat bulan ke depan.

Ketua APPI, Suwandi Wiratno, menyatakan upaya BI tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap suku bunga pinjaman perbankan akan berangsur-angsur turun, yang kemudian diikuti oleh penurunan bunga pinjaman atau leasing dari perusahaan pembiayaan.

“Bank Indonesia sebagai regulator moneter melihat bahwa ini sudah waktunya menurunkan suku bunga, agar kredit dapat tumbuh,” kata Suwandi. Ia menegaskan, perusahaan pembiayaan membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk menindaklanjuti perubahan suku bunga ini.

Menurut Suwandi, dampak penurunan suku bunga ini akan lebih terasa pada kredit-kredit baru, sementara bunga untuk kredit yang sudah berjalan kemungkinan tidak akan langsung ikut turun.

Penurunan suku bunga acuan ini merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 19-20 Agustus 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada penilaian terhadap kondisi makro dan mikroprudensial selama beberapa bulan terakhir.

Selain BI-Rate, BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 4,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Perry Warjiyo menegaskan, kebijakan bank sentral ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang rendah pada 2025 dan 2026, terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah, serta kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai kapasitas perekonomian.