Ecozone

BEI Bocorkan Rencana IPO Tiga Perusahaan Jumbo hingga Akhir 2026

7
×

BEI Bocorkan Rencana IPO Tiga Perusahaan Jumbo hingga Akhir 2026

Sebarkan artikel ini
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta dengan suasana aktivitas pasar modal
Bursa Efek Indonesia mengonfirmasi rencana IPO tujuh calon emiten hingga akhir 2026, termasuk tiga perusahaan berskala besar.

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi terdapat tujuh calon emiten yang saat ini berada dalam antrean untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan berbagai klasifikasi aset, Sabtu (29/8/2026).

Dilansir dari laporan resmi otoritas bursa, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, memaparkan perincian klasifikasi aset calon emiten tersebut berdasarkan ketentuan POJK Nomor 53/POJK.04/2017.

Tiga perusahaan di antaranya tergolong dalam skala besar dengan nilai aset masing-masing di atas Rp 250 miliar.

Dua perusahaan lainnya dikategorikan sebagai skala menengah dengan rentang aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.

Dua perusahaan sisanya merupakan entitas skala kecil dengan nilai aset di bawah Rp 50 miliar.

Berdasarkan sektornya, pipeline IPO tersebut terdiri dari satu perusahaan sektor industri, empat perusahaan sektor kesehatan, satu perusahaan sektor energi, dan satu perusahaan sektor konsumer non-siklikal.

Saidu mencatat bahwa hingga periode penutupan Agustus, telah terdapat tujuh perusahaan yang berhasil mencatatkan sahamnya di bursa dengan total penghimpunan dana mencapai Rp 2,16 triliun.

Rencana penambahan emiten ini selaras dengan strategi yang diusung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, untuk mendorong transformasi perusahaan pelat merah melalui mekanisme pasar modal.

Dony menyatakan bahwa langkah IPO bertujuan untuk meningkatkan kapitalisasi pasar serta memperluas pilihan investasi bagi publik.

Ia menyebut sejumlah entitas potensial untuk melantai di bursa, yakni PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), serta PT Angkasa Pura Indonesia.

“Banyak sekali perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti,” kata Dony.

Agenda IPO ini merupakan bagian integral dari roadmap transformasi Danantara yang dirancang untuk periode lima tahun ke depan.

Fase awal transformasi tersebut difokuskan pada upaya konsolidasi dan restrukturisasi terhadap lebih dari 1.000 perusahaan yang berada di bawah pengelolaan Danantara.

Menanggapi rencana tersebut, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan dukungannya terhadap potensi masuknya BUMN berfundamental kuat ke pasar saham.

“Kami tentu menyambut baik,” kata Jeffrey.

Kehadiran perusahaan BUMN dengan kapitalisasi besar di bursa diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor domestik maupun internasional.

Proses seleksi calon emiten tetap mengacu pada regulasi yang berlaku guna memastikan kepatuhan serta transparansi bagi calon investor yang akan menanamkan modalnya.

Strategi pendalaman pasar ini menjadi prioritas BEI dalam upaya menjaga pertumbuhan aktivitas perdagangan saham di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.