Ecozone

Badan Gizi Nasional Alokasikan Rp113 Miliar untuk Sewa Puluhan EO

132
×

Badan Gizi Nasional Alokasikan Rp113 Miliar untuk Sewa Puluhan EO

Sebarkan artikel ini
4864a647812ed0bf552e6552b335c1bd.jpg
4864a647812ed0bf552e6552b335c1bd.jpg

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menepis sorotan publik terkait penggunaan anggaran untuk penyewaan jasa event organizer (EO) dalam berbagai kegiatan lembaga sepanjang tahun 2025. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan kebutuhan strategis untuk memastikan operasional lembaga baru berjalan profesional.

Dadan menjelaskan bahwa saat ini BGN belum memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk menangani kegiatan berskala besar secara mandiri. Menggunakan jasa profesional dinilai sebagai solusi paling efisien untuk mengejar target program yang harus segera berjalan.

“EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, hingga mitigasi risiko operasional. Kehadiran mereka menjadi jembatan agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” ujar Dadan dalam keterangan tertulisnya.

Selain alasan teknis, Dadan mengeklaim bahwa penggunaan jasa pihak ketiga justru mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib. Menurutnya, seluruh komponen kegiatan menjadi terdokumentasi secara sistematis sehingga memudahkan proses audit dan pengawasan anggaran negara.

Pilihan untuk menyewa EO juga dianggap lebih rasional dibandingkan upaya membentuk tim internal dalam waktu singkat. Dadan menyebut proses rekrutmen dan pembangunan kapasitas internal memerlukan waktu dan biaya besar yang justru dapat menghambat pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Berdasarkan data realisasi pengadaan barang dan jasa yang dipublikasikan LKPP, BGN tercatat telah menandatangani 31 paket penyewaan jasa EO sepanjang 2025 dengan total nilai kontrak mencapai Rp 113,9 miliar. Mayoritas kegiatan tersebut berpusat di kantor pusat, mulai dari acara rutin hingga bimbingan teknis di daerah.

Beberapa perusahaan tercatat mendapatkan kontrak berulang, seperti Anugrah Duta Promosindo dan Renjana Media Indonesia. Sementara itu, nilai kontrak terbesar diberikan kepada PT Maria Utara Jaya yang mencapai Rp 18,472 miliar untuk kegiatan bimbingan teknis manajemen risiko.

Selain kegiatan formal, BGN juga sempat menggandeng EO untuk agenda non-formal seperti kegiatan olahraga bertajuk Fun Run Hakordia BGN dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2025. Kontrak untuk acara tersebut tercatat senilai Rp 1,339 miliar dengan menunjuk perusahaan Kredo Aum sebagai penyedia jasa.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan keterangan terkait kebijakan upah minimum di Jakarta.
Ecozone

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli belum dapat memastikan formulasi kenaikan UMP 2027 karena menunggu pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan.