Jakarta – Keterbatasan akses terhadap buku menjadi faktor utama rendahnya tingkat literasi di Indonesia, bukan sekadar kurangnya minat baca masyarakat. Direktur Big Bad Wolf (BBW) Indonesia, Marthius Wandi Budianto, menekankan bahwa distribusi buku yang belum merata, terutama di luar Pulau Jawa, menjadi hambatan serius bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan bacaan berkualitas.
Menurut Wandi, kondisi geografis dan minimnya jaringan toko buku di daerah pelosok membuat aksesibilitas menjadi tantangan nyata. Data menunjukkan tingkat literasi Indonesia masih berada di angka 0,001 persen, yang mengindikasikan hanya satu dari 100.000 orang yang memiliki kegemaran membaca yang kuat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BBW kembali menggelar bazar buku internasional di ICE BSD City pada 29 April hingga 3 Mei 2026 mendatang. Acara ini akan berlangsung selama 24 jam nonstop dengan menyediakan jutaan koleksi buku, termasuk buku anak-anak, dengan harga mulai dari Rp49.000.
Wandi menegaskan bahwa bazar ini hadir sebagai alternatif bagi orang tua yang kesulitan mencari bahan bacaan edukatif, termasuk buku berbahasa Inggris yang berkualitas. Fokus pada anak-anak dilakukan agar generasi muda mendapatkan pengalaman membaca yang lebih menarik, sehingga mereka tidak bergantung pada gawai.
Aksesibilitas bagi Pengunjung Luar Kota
Guna mempermudah pengunjung, BBW menjalin kerja sama dengan Lion Parcel sebagai mitra logistik resmi. Layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh di lokasi acara, sehingga pengunjung dari luar kota tidak perlu repot membawa tumpukan buku yang dibeli secara langsung.
Langkah ini diharapkan dapat memangkas jarak antara pembaca dengan akses buku yang terjangkau. Dengan ketersediaan buku yang lebih luas dan harga yang ekonomis, BBW optimistis upaya ini dapat mendorong peningkatan budaya literasi secara signifikan di tanah air.






