Padang – Fenomena sinkhole atau lubang amblas di Limapuluh Kota, Sumatera Barat, terus menjadi sorotan.
Tim peneliti menemukan indikasi kuat adanya sungai bawah tanah di sekitar lokasi sinkhole.
Temuan ini menambah misteri di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua.
Ahli geologi teknik Badan Geologi, Taufiq Wira Buana, mengungkapkan indikasi tersebut ditemukan sekitar 100 meter dari titik sinkhole.
Lokasi ini menjadi perhatian sejak awal Januari 2026.
“Indikasi kuat kami bahwa adanya outlet saluran sungai bawah tanah sinkhole,” kata Taufiq, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurutnya, temuan ini adalah satu dari 11 indikasi gejala sinkhole tipe Situjuah yang muncul pada 4 Januari 2026.
Badan Geologi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung panik.
“Belasan tanda-tanda atau indikasi gejala sinkhole tipe Situjuah tersebut tidak seluruhnya membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Selain sungai bawah tanah, tim juga menemukan batuan tuf lapili.
Ini adalah material vulkanik yang menunjukkan potensi erosi internal di bawah tanah.
Taufiq menjelaskan, dugaan sungai bawah tanah akan dipelajari lebih lanjut.
Termasuk penyebab terbentuknya dan kaitannya dengan sinkhole.
Tim mengambil sampel untuk diuji, mulai dari kualitas air hingga karakteristik tuf lapili.
Hasil sementara menunjukkan air sedikit asam (pH 5,6).
Badan Geologi kini mendalami keterkaitan mata air, sungai bawah tanah, dan kemunculan sinkhole.
Tujuannya untuk memastikan potensi risiko dan memahami proses geologi di wilayah tersebut.
Longsor Cisarua: Kombinasi Geologi Purba dan Air Tanah
Badan Geologi juga mengungkap penyebab longsor di Cisarua, Bandung Barat.
Tragedi yang menimbun 30 hektare lahan di Desa Pasirlangu ini bukan sekadar bencana hidrometeorologi biasa, melainkan kombinasi geologi purba dan air tanah jenuh.







