Berita

BNPB Pacu Pembangunan Huntara Korban Banjir-Longsor Aceh, Sumut, Sumbar

195
×

BNPB Pacu Pembangunan Huntara Korban Banjir-Longsor Aceh, Sumut, Sumbar

Sebarkan artikel ini
kebut-huntara-korban-banjir-sumatra,-petugas-kerja-18-jam-per-hari
kebut huntara korban banjir sumatra, petugas kerja 18 jam per hari

Jakarta – BNPB mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pola kerja hingga 18 jam per hari diterapkan.

Tujuannya agar warga segera menempati hunian layak selama proses pemulihan.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis (25/12).

Pembangunan huntara melibatkan Satgas TNI-Polri, BNPB, dan pemerintah daerah (pemda).

Pembagian tugas dilakukan secara terkoordinasi.

Di Sumut, pembangunan huntara telah berjalan di beberapa wilayah.

Tapanuli Utara telah menyelesaikan satu unit huntara dengan konsep satu rumah satu keluarga.

Sumbar tercatat sebagai provinsi dengan progres pembangunan huntara paling cepat.

Di Aceh, dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, enam kabupaten telah menetapkan lokasi huntara.

Enam kabupaten itu adalah Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Luwes, Benar Meriah, dan Bireun.

Kabupaten Aceh Timur dan Nagan Raya juga menyatakan akan membangun huntara.

Saat ini, kedua kabupaten tersebut dalam proses identifikasi lahan.

“Dari situ sebagian menggunakan lahan pemerintah daerah dan sebagian lainnya lahan masyarakat yang dibeli untuk menjamin kejelasan status hukum,” ucap Abdul.

Abdul berharap tidak ada hambatan di lapangan, terutama dari faktor cuaca.

Targetnya, percepatan pembangunan huntara selesai minimal awal tahun 2026.

Dengan begitu, kehidupan masyarakat bisa kembali stabil.