BeritaPolitik

KPK Tangkap Kajari Hulu Sungai Utara dan Kasi Intel

147
×

KPK Tangkap Kajari Hulu Sungai Utara dan Kasi Intel

Sebarkan artikel ini
ott-di-kalsel,-kpk-tangkap-kajari-dan-kasi-intel-hulu-sungai-utara
ott di kalsel, kpk tangkap kajari dan kasi intel hulu sungai utara

Jakarta – KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (19/12/2025). Kali ini, dua pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, ikut diciduk.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hulu Sungai Utara, Albertinus Parlinggoman Napitupulu, termasuk dalam daftar yang diamankan tim satgas.

“Benar, di antaranya yang diamankan Kajari, Kasi Intel, dan swasta yang diduga sebagai perantara,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Kajari dan Kasi Intel Kejari Hulu Sungai Utara, Asis Budianto, kini berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Penyidik KPK tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap keduanya.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi penangkapan enam orang dalam OTT ke-11 pada tahun 2025 di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel, pada 18 Desember 2025.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum keenam orang tersebut.

Sepanjang tahun 2025, KPK gencar melakukan OTT di berbagai daerah.

Maret 2025, KPK menjaring anggota DPRD dan pejabat Dinas PUPR Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Juni 2025, OTT terkait suap proyek pembangunan jalan di Dinas PUPR Provinsi Sumut dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut.

Agustus 2025, OTT di Jakarta, Kendari, dan Makassar terkait korupsi proyek RSUD di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Agustus 2025, OTT di Jakarta terkait dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan.

Agustus 2025, OTT terkait pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kemenaker yang melibatkan Immanuel Ebenezer Gerungan.

November 2025, KPK menangkap Gubernur Riau, Abdul Wahid, terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemprov Riau.

November 2025, KPK menangkap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, terkait suap pengurusan jabatan dan gratifikasi.

Desember 2025, KPK menangkap Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, terkait gratifikasi.