Berita

KAI Commuter Klarifikasi: Tak Ada Pemecatan Petugas Kasus Tumbler Tuku

155
×

KAI Commuter Klarifikasi: Tak Ada Pemecatan Petugas Kasus Tumbler Tuku

Sebarkan artikel ini
e26dfe8181ca42182110237feffbb378.jpg
e26dfe8181ca42182110237feffbb378.jpg

Jakarta – PT KAI Commuter membantah tegas isu pemecatan petugas stasiun bernama Argi yang ramai diperbincangkan di media sosial. Isu pemecatan ini terkait kasus hilangnya tumbler Tuku milik seorang pengguna KRL. Perusahaan menegaskan masih melakukan investigasi internal untuk memastikan kronologi kejadian yang sebenarnya.

“KAI Commuter tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu yang beredar. Kami memiliki aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang mengacu pada regulasi ketenagakerjaan,” jelas Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, melalui keterangan tertulis pada Kamis, 27 November 2025.

Menurut Karina, KAI Commuter bersama mitra penyedia tenaga kerja sedang mengevaluasi secara menyeluruh situasi yang terjadi. Evaluasi ini bertujuan untuk memperjelas alur penanganan barang hilang dan memastikan insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kami terus meningkatkan tata kelola layanan. Namun, perlu diingat bahwa barang pribadi yang tertinggal di dalam Commuter Line merupakan tanggung jawab pengguna,” tambahnya.

Karina menjelaskan, setiap stasiun Commuter Line telah memiliki layanan lost and found. Barang yang ditemukan akan dicatat dan disimpan oleh petugas. Jika tidak segera diambil di stasiun tujuan akhir, barang tersebut akan dipindahkan ke gudang penyimpanan pusat.

Pengguna yang ingin mengambil barangnya wajib mengikuti prosedur yang berlaku. Meski demikian, Karina kembali mengingatkan agar setiap pengguna tetap menjaga dan memperhatikan barang bawaan selama perjalanan. “Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan,” tegasnya.

Kasus hilangnya tumbler Tuku ini bermula pada Senin, 17 November 2025. Saat itu, seorang penumpang bernama Anita meninggalkan tas berisi tumbler Tuku di kereta Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung. Setelah menyadari barangnya tertinggal, ia segera melapor kepada petugas di Stasiun Rawa Buntu.

Tas tersebut berhasil ditemukan di gerbong khusus wanita. Petugas juga sempat mengirim foto kondisi tas beserta isinya, termasuk tumbler Tuku yang kini dipersoalkan. Sesuai prosedur, tas itu kemudian harus diambil di Stasiun Rangkasbitung pada hari berikutnya.

Namun, setelah barang diserahkan, Anita mengaku tumbler Tuku berwarna biru miliknya telah hilang. Ia lalu menuliskan keluhannya melalui akun Threads @anitadwdl pada 25 November 2025. Unggahan tersebut menjadi viral karena petugas yang terlibat dalam kasus ini dikabarkan dipecat dari pekerjaannya.

Di tengah ramainya komentar publik, Argi turut memberikan klarifikasi melalui platform yang sama. Ia menyatakan bahwa dirinya hanya menerima tas tersebut dari petugas lain, kemudian meletakkannya di ruang pelayanan karena situasi stasiun sedang ramai saat itu.