Kutai Timur – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) melalui anak usahanya, PT Etam Bersama Lestari (EBL), memberikan insentif sebesar Rp50 juta kepada desa-desa yang berhasil menjaga wilayahnya bebas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (16/9/2026) sebagai bagian dari program Desa Bebas Api yang telah berjalan sejak 2020.
Dilansir dari laporan internal perusahaan, inisiatif ini bertujuan untuk mengalihkan fokus masyarakat dari sekadar pemadaman api menjadi pelaku utama dalam sistem pencegahan kebakaran sekaligus mendorong pengembangan ekonomi produktif di tingkat desa.
Penerima manfaat program ini mencakup sejumlah desa di sekitar wilayah operasional perusahaan, dengan fokus utama pada Desa Pelawan dan Desa Tepian Terap yang berlokasi di Kecamatan Sangkulirang.
Pemberian dana insentif tersebut ditujukan untuk membiayai operasional Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), pengadaan sarana prasarana pemadam kebakaran, serta modal usaha bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMNDes).
Senior Estate Manager PT EBL, Eri Arnanta Ginting, menyatakan bahwa pemberian penghargaan ini dirancang untuk menciptakan motivasi berkelanjutan bagi pemerintah desa dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah potensi kerugian akibat karhutla.
Masyarakat di Desa Pelawan mengalokasikan dana tersebut untuk membangun unit usaha penyewaan tenda atau tarup yang dapat digunakan warga untuk berbagai kegiatan sosial maupun hajatan.
Selain sektor jasa, dana insentif di Desa Pelawan juga digunakan untuk mendukung sektor pertanian melalui pengembangan usaha budidaya jamur tiram oleh kelompok tani setempat.
Di lokasi yang berbeda, Desa Tepian Terap memanfaatkan dana reward tersebut sebagai modal awal bagi BUMDes Jiwata Energi untuk mendirikan sektor peternakan kambing.
Anggota BUMDes Jiwata Energi, Basirun, mengungkapkan bahwa dana tersebut digunakan secara menyeluruh mulai dari pembangunan infrastruktur kandang hingga pembelian bibit ternak untuk memulai bisnis dari tahap dasar.
Basirun menambahkan bahwa usaha peternakan tersebut kini telah menunjukkan perkembangan positif dan berkontribusi langsung dalam menambah pemasukan kas desa.
Program ini menegaskan bahwa keberhasilan dalam menjaga ekosistem lahan tidak hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga menciptakan kemandirian finansial bagi masyarakat desa.
Pihak perusahaan terus berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi dengan masyarakat lokal guna memastikan wilayah operasional tetap kondusif dari ancaman kebakaran di masa depan.
Strategi pemberdayaan ekonomi berbasis insentif ini dinilai efektif dalam meminimalisir risiko karhutla yang selama ini menjadi tantangan signifikan bagi sektor perkebunan di Kalimantan Timur.
Integrasi antara perlindungan lingkungan dan pengembangan ekonomi desa menjadi model yang diandalkan oleh PT TAP untuk menjaga keberlanjutan operasional serta kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan.







