Ecozone

Era Graharealty Gelar Tender Offer Saham Rp250 Jelang Delisting

21
×

Era Graharealty Gelar Tender Offer Saham Rp250 Jelang Delisting

Sebarkan artikel ini
Logo PT Era Graharealty Tbk atau ERA Indonesia dengan latar belakang putih
PT Era Graharealty Tbk (IPAC) resmi mengumumkan rencana delisting dan go private dari Bursa Efek Indonesia.

Jakarta – PT Era Graharealty Tbk (IPAC), perusahaan jasa agen real estat dan pemegang waralaba ERA Indonesia, secara resmi mengumumkan rencana untuk melakukan go private dan menghapus pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia pada Jumat (11/9/2026).

Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, manajemen IPAC menyatakan bahwa keputusan strategis ini diambil sebagai upaya perusahaan dalam melakukan restrukturisasi kepemilikan saham serta pengelolaan aset yang lebih efisien.

Perusahaan menilai bahwa status sebagai perusahaan terbuka tidak lagi dibutuhkan karena IPAC tidak memiliki rencana untuk menggalang pendanaan melalui pasar modal di masa mendatang.

Langkah go private ini diproyeksikan dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional perusahaan guna memperkuat daya saing di tengah pasar properti yang semakin kompetitif.

Manajemen menambahkan bahwa perubahan status ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi perusahaan dalam mengembangkan lini bisnis maupun melakukan restrukturisasi internal jika diperlukan.

Dalam proses tersebut, APAC Investment 2 Pte. Ltd. akan melaksanakan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) terhadap saham milik investor publik.

Target penawaran tender ini mencakup maksimal 89,31 juta saham IPAC milik investor publik, yang setara dengan 9,402% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

APAC Investment 2 Pte. Ltd. menetapkan harga pembelian sebesar Rp 250 per saham dalam aksi korporasi tersebut.

Harga penawaran ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham IPAC selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yakni sebesar Rp 173 per saham.

Dengan harga penawaran Rp 250 per lembar, APAC Investment 2 Pte. Ltd. berpotensi mengeluarkan dana maksimal sekitar Rp 22,33 miliar untuk menyerap seluruh saham publik yang menjadi target VTO.

Manajemen menegaskan bahwa rencana ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap strategi bisnis jangka panjang perseroan dan grup perusahaan secara keseluruhan.

“Termasuk melalui restrukturisasi kepemilikan saham dalam Grup Perseroan, perseroan memutuskan untuk melaksanakan rencana go private dan delisting,” kata manajemen.

Proses ini menandai perubahan signifikan dalam struktur korporasi IPAC yang sebelumnya telah melantai di bursa sejak beberapa tahun terakhir.

Para investor publik kini memiliki opsi untuk melepas kepemilikan saham mereka sesuai dengan harga yang telah ditawarkan dalam skema VTO tersebut.

Seluruh rencana ini akan mengikuti prosedur yang berlaku sesuai dengan ketentuan otoritas pasar modal yang berlaku di Indonesia.

Efisiensi biaya menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga keberlangsungan bisnis di tengah dinamika ekonomi makro yang menuntut adaptasi cepat.

Dengan menjadi perusahaan tertutup, IPAC diprediksi akan lebih leluasa dalam menentukan arah kebijakan strategis tanpa harus terikat pada kewajiban pelaporan publik yang ketat.