Jakarta – Pemerintah Indonesia meluncurkan serangkaian program peningkatan kompetensi tenaga kerja yang mencakup pemagangan bagi lulusan baru, pendidikan vokasi, serta pelatihan ulang bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Minggu (30/8/2026) guna memperkuat daya saing SDM nasional di tengah tantangan teknologi global.
Dilansir dari keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk merespons kebutuhan industri yang terus berkembang serta menjaga stabilitas ekonomi yang telah tumbuh sebesar 5,45 persen pada semester pertama tahun ini.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,14 triliun untuk memfasilitasi program pemagangan bagi 120 ribu hingga 150 ribu lulusan baru agar mendapatkan pengalaman kerja praktis di industri selama enam bulan dengan dukungan pembayaran upah.
Selain menyasar lulusan perguruan tinggi, pemerintah turut menyiapkan program vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK dengan dukungan anggaran sebesar Rp2,12 triliun untuk mempermudah akses mereka ke dunia industri.
Program pelatihan ulang atau retraining juga disediakan bagi masyarakat yang terdampak PHK agar tenaga kerja tersebut mampu memenuhi kualifikasi kebutuhan dalam negeri maupun peluang penempatan kerja di luar negeri.
Airlangga Hartarto menyatakan bahwa penguatan SDM menjadi semakin krusial seiring dengan penetrasi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang diproyeksikan menjadi penggerak utama perubahan di berbagai sektor ekonomi di masa depan.
“AI ini adalah salah satu revolusi industri ke depan, sesudah industri 4.0 dia lari ke AI dan AI aplikasinya sangat luar biasa di berbagai sektor, jadi ini beberapa game changer yang ada ke depan,” kata Airlangga Hartarto.
Pemerintah juga mulai membangun kapasitas tenaga kerja untuk mendukung ekosistem semikonduktor melalui kemitraan strategis dengan Arm Limited guna melatih 15 ribu peserta agar kompeten di bidang desain semikonduktor.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk memastikan keselarasan antara output pendidikan dengan tuntutan industri.
“Penguatan SDM harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan dunia industri, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan, tetapi juga perlu memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang,” kata Haryo Limanseto.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif terhadap transformasi digital dan kebutuhan pasar global yang dinamis.







