Ecozone

Prospek Saham TLKM Usai Kabar Divestasi 70% Saham NeutraDC

100
×

Prospek Saham TLKM Usai Kabar Divestasi 70% Saham NeutraDC

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor PT Telkom Indonesia Tbk dengan logo perusahaan yang terpampang jelas
PT Telkom Indonesia tengah memproses rencana divestasi 70 persen saham anak usahanya, NeutraDC.

Jakarta – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tengah memproses rencana divestasi 70% saham anak usahanya di bidang pusat data, PT Telkom Data Ekosistem atau NeutraDC, dengan target penyelesaian transaksi pada Senin (20/7/2026).

Dilansir dari riset BRI Danareksa Sekuritas, aksi korporasi tersebut diproyeksikan memiliki valuasi antara US$1 miliar hingga US$1,5 miliar atau setara dengan Rp18 triliun hingga Rp27 triliun.

Manajemen TLKM berencana menggandeng operator pusat data global sebagai mitra strategis untuk memperkuat kemampuan operasional NeutraDC dalam melayani perusahaan hyperscaler.

Analis BRI Danareksa, Kafi Ananta dan Erinda Krisnawan, menyebut bahwa TLKM telah menyaring kandidat mitra strategis hingga tahap akhir.

Kesepakatan tersebut berpotensi melibatkan komitmen belanja modal yang signifikan untuk mendanai pembangunan infrastruktur, tergantung pada struktur final transaksi yang disepakati.

Masuknya operator pusat data global diprediksi menciptakan nilai tambah bagi TLKM dengan potensi kenaikan target harga saham mencapai Rp3.900 per lembar.

BRI Danareksa merekomendasikan beli saham TLKM karena rencana divestasi ini menjadi katalis potensial bagi kinerja perusahaan.

NeutraDC saat ini menyumbang sekitar 1,1% terhadap pendapatan TLKM berdasarkan kinerja kuartal I 2026 dan ditargetkan meningkat menjadi 3%–5% dalam jangka menengah.

“Dengan asumsi NeutraDC dinilai pada rasio EV/EBITDA gabungan TLKM sebesar 5,4x,” kata Kafi dan Erinda dalam analisisnya.

Fokus utama ekspansi NeutraDC terletak pada pengembangan pusat data JKT-1 di Cikarang yang dirancang memiliki kapasitas beban teknologi informasi sebesar 21,5 MW.

Saat ini, kapasitas yang telah beroperasi mencapai 3,5 MW, sementara 18 MW lainnya telah dibangun dan sepenuhnya dikontrak oleh penyewa namun masih dalam tahap penyesuaian.

NeutraDC juga menyiapkan lahan untuk pengembangan Kampus 2 dengan teknologi rak pendingin cair guna meningkatkan total kapasitas di Cikarang menjadi 120 MW.

Kebutuhan belanja modal untuk pengembangan pusat data tersebut diperkirakan mencapai US$10 juta hingga US$12 juta per MW.

Selain di Cikarang, NeutraDC memiliki fasilitas pusat data hyperscale berkapasitas 18 MW di Batam yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2026.

Fasilitas di Batam tersebut telah terisi penuh oleh Gorilla Technology sebagai penyewa utama, sementara fasilitas di Singapura dengan kapasitas 17,4 MW telah beroperasi secara penuh.

TLKM menargetkan total kapasitas beban IT NeutraDC mencapai 300 MW pada tahun 2030 melalui penyediaan layanan kolokasi, GPU-as-a-Service (GPUaaS), dan layanan terkelola.

Analis BRI Danareksa meyakini bisnis konektivitas TLKM, terutama Telin dan Infranexia, akan mendapat manfaat dari peningkatan permintaan pusat data.

Struktur kepemilikan NeutraDC saat ini terdiri dari 100% saham yang dikuasai TLKM, dengan tambahan kemitraan strategis untuk fasilitas di Batam bersama Singtel-Nxera dan Medco Power.