Techno

YouTube Ragu Buka Akun Donald Trump Kembali

317
×

YouTube Ragu Buka Akun Donald Trump Kembali

Sebarkan artikel ini

FENESIA – Akun Donald Trump pada platform video YouTube bakal dapat diakses kembali. Keputusan ini akan diambil dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi politikus Partai Republik tersebut.

Susan Wojcicki selaku CEO Youtube, mengungkapkan akun Trump akan dipulihkan hanya jika YouTube yakin bahwa risiko kekerasan dari akun tersebut telah menurun.

Menurutnya, YouTube akan mengandalkan berbagai indikator untuk menilai potensi tingkat kekerasan, termasuk pernyataan pejabat pemerintah, tingkat kesiapan penegakan hukum, dan retorika kekerasan apa pun yang dapat diamati perusahaan.

Akan tetapi, YouTube masih terlihat ragu bila syarat itu akan dipenuhi mantan presiden Amerika Serikat tersebut. Ia menjelaskan tidaklah mudah untuk mengatakan kapan akun Trump dapat dipulihkan.

Karena itu, akun Trump masih akan terus ditangguhkan karena adanya kekhawatiran yang sedang berlangsung pekan ini tentang potensi kekerasan baru yang menargetkan Capitol AS.

Para pejabat dalam siaga tinggi menyusul peringatan dari FBI, Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan Kepolisian Capitol AS terakait kemungkinan rencana ekstremis untuk menyerang kompleks Capitol pada 4 Maret 2021.

“Sekarang cukup jelas bahwa masih ada risiko kekerasan yang meningkat,” ungkapnya, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

Mengutip The Verge, Akun Trump ditangguhkan sejak 12 Januari 2021 karena melanggar kebijakan YouTube terhadap hasutan kekerasan. Saat itu, YouTube mengatakan pembatasan akan berlangsung setidaknya seminggu, namun terus diperpanjang.

Platform lain, seperti Twitter dan Facebook juga  menangguhkan akun Trump setelah readyviewedkerusuhan di Capitol AS pada Januari lalu. Facebook juga meminta Dewan Pengawas untuk mempertimbangkan apakah akan mengaktifkan kembali akun tersebut.

Wojcicki melanjutkan akun Trump bisa diblokir permanen usai dipulihkan jika ada pelanggaran yang berujung teguran sebanyak dua kali dalam waktu 90 hari.