Berita

Maninjau Bangkit, Gelar Rakik-Rakik Obati Trauma Pascabencana

132
×

Maninjau Bangkit, Gelar Rakik-Rakik Obati Trauma Pascabencana

Sebarkan artikel ini
bangkit-dari-bencana,-warga-selingkar-danau-maninjau-tetap-gelar-tradisi-rakik-rakik
bangkit dari bencana, warga selingkar danau maninjau tetap gelar tradisi rakik rakik

Padang – Malam takbiran di Danau Maninjau, Agam, Sumatera Barat, diwarnai cahaya lampu hias dan dentuman meriam bambu, Jumat malam. Warga tetap menggelar festival rakik-rakik meski dalam masa pemulihan pascabencana.

Festival rakik-rakik tahun ini hanya diikuti oleh dua jorong, yaitu Jorong Kubu Baru Panyinggahan dan Jorong Pasa.

Wali Jorong Kubu Baru Panyinggahan, Yudha Anugrah Viligo, mengatakan kegiatan ini bertujuan memulihkan psikologis warga.

“Biasanya tiap jorong membuat satu rakik. Tahun ini, meski kondisi pascabencana, kami tetap laksanakan sebagai ‘obat’ trauma sekaligus menjaga tradisi,” kata Yudha.

Antusiasme warga terlihat sejak pukul 21.00 WIB.

Rakit sepanjang 10 meter, dihiasi miniatur rumah adat Minangkabau, bendera, dan lampu warna-warni, mulai berlayar pukul 22.30 WIB.

Riani, seorang warga, mengatakan tradisi ini adalah nyawa dari perayaan hari raya di Maninjau.

“Kalau tidak ada ini, malam takbiran terasa sepi. Rasanya seperti tidak lebaran, apalagi kami baru saja tertimpa bencana,” tuturnya.

Suasana semakin semarak dengan musik tambua tansa dan dentuman meriam bambu.

Cahaya ornamen rakit memantul di danau, menjadi ciri khas Maninjau setiap tahun.

Tradisi ini rencananya akan berlangsung selama dua malam, yaitu malam takbiran dan malam pertama Lebaran.

Festival rakik-rakik tahun ini menjadi simbol resiliensi dan semangat kebersamaan untuk bangkit dari duka bencana.