Ecozone

Suahasil Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Katalis Positif bagi IHSG?

7
×

Suahasil Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Katalis Positif bagi IHSG?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026) di Istana Kepresidenan, bertujuan untuk memulihkan stabilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian fiskal.

Dilansir dari Katadata, transisi kepemimpinan di kursi bendahara negara ini merupakan pergantian ketiga sejak masa jabatan Prabowo dimulai, setelah sebelumnya posisi tersebut diisi oleh Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pelaku pasar merespons penunjukan Suahasil Nazara dengan cermat guna mengukur dampak kebijakan fiskal ke depan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Managing Director Research Samuel Sekuritas, Harry Su, menilai penunjukan ini sebagai langkah strategis untuk meredam friksi terkait target pendapatan negara, pelaksanaan anggaran, serta koordinasi kebijakan fiskal yang sempat memicu ketegangan.

“Termasuk perdebatan mengenai transfer dana negara dan kontribusi dari Danantara,” kata Harry Su.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa pasar merespons pengangkatan ini secara positif dalam jangka pendek sebagai sinyal stabilisasi kebijakan pemerintah.

Menurut Nafan Aji Gusta, IHSG sempat mengalami tekanan jual yang dalam sebelum akhirnya berbalik arah setelah pengumuman pelantikan tersebut diumumkan.

Suahasil Nazara dinilai sebagai figur teknokrat yang memiliki pemahaman mendalam mengenai disiplin fiskal dan manajemen anggaran karena pengalaman panjangnya sebagai Wakil Menteri Keuangan.

“Market akan mencermati sejauh mana Menkeu baru mampu menjaga kredibilitas APBN, disiplin fiskal, stabilitas rupiah, serta konsistensi komunikasi kebijakan pemerintah,” kata Nafan Aji Gusta.

Kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi domestik menjadi syarat utama bagi potensi terjadinya arus masuk modal atau capital inflow ke pasar saham Indonesia.

Namun, para analis menekankan bahwa pergerakan indeks tetap bergantung pada sentimen global, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, dan dinamika geopolitik internasional.

Nafan Aji Gusta menambahkan bahwa respons positif pasar saat ini harus dipandang sebagai sinyal awal dan belum mencerminkan tren penguatan struktural yang berkelanjutan.

Selain fokus pada kebijakan fiskal, pemerintah diharapkan mampu mendorong proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) secara transparan demi meningkatkan daya saing pasar modal.

Penguatan tata kelola melalui demutualisasi dianggap krusial untuk mencegah potensi konflik kepentingan serta memperkuat perlindungan bagi investor domestik maupun asing.

“Dengan demikian, harapan utama terhadap Menkeu baru adalah terciptanya kesinambungan kebijakan, kredibilitas fiskal, dan pendalaman pasar keuangan,” ujar Nafan Aji Gusta.

Secara teknikal, Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di angka 6.453 dan 6.353, sementara level resistance berada pada kisaran 6.552 dan 6.695.

Data perdagangan menunjukkan bahwa pada hari pelantikan, IHSG ditutup pada level 6.534,69 atau hanya terkoreksi tipis sebesar 0,1 persen setelah sempat anjlok hingga 2,56 persen secara intraday.

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menegaskan bahwa langkah awal Suahasil Nazara dalam mengelola anggaran negara akan menjadi indikator utama bagi arah kebijakan ekonomi nasional dalam beberapa bulan mendatang.