Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami tren penurunan pada perdagangan Selasa (15/09/2026) karena sentimen pasar yang cenderung bearish.
Dilansir dari laporan BinaArtha Sekuritas, analis memprediksi indeks akan menguji level support klaster Fibonacci di angka 6.290 serta garis SMA-60 sebagai konsekuensi dari kegagalan indeks bertahan di atas garis SMA-20 pada perdagangan sebelumnya.
Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa indikator MACD saat ini menunjukkan adanya momentum bearish yang kuat bagi pasar modal Indonesia.
Potensi rebound atau pembalikan arah baru akan muncul jika penutupan harian IHSG berhasil mempertahankan posisinya di atas kedua level support krusial tersebut.
Berdasarkan analisis teknikal, level support IHSG ditetapkan berada pada angka 6.370, 6.290, dan 6.179.
Di sisi lain, level resistance IHSG dipatok pada kisaran 6.752, 6.835, 6.916, hingga mencapai 7.071.
Support diartikan sebagai titik harga terendah di mana permintaan pasar biasanya meningkat, sementara resistance adalah titik harga tertinggi yang sering memicu aksi jual.
Ivan Rosanova merekomendasikan investor untuk mencermati saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Berbeda pandangan, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, menilai bahwa secara teknikal IHSG sebenarnya masih membentuk struktur bullish setelah berhasil rebound dari wave (iv) dengan pola dragonfly doji candle.
Meskipun indikator Stochastics KD dan RSI memberikan sinyal negatif, volume perdagangan tercatat mulai mengalami peningkatan yang menjadi sinyal positif.
Pasar diperkirakan akan bergerak variatif dengan peluang rebound yang tetap terbuka lebar sepanjang hari ini.
Investor diminta untuk memantau tiga variabel utama yang memengaruhi kinerja pasar, yakni harga minyak dunia, arah yield US Treasury, serta pergerakan nilai tukar dolar AS.
Kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah maupun Bank Indonesia juga menjadi faktor penentu bagi stabilitas fundamental domestik ke depannya.
Tekanan terhadap IHSG berpeluang mereda jika eskalasi geopolitik global menurun sehingga harga minyak dunia melandai dan yield obligasi kembali stabil.
Nafan Aji Gusta Utama merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan target harga 785 dan 905.
Selain itu, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) direkomendasikan dengan target harga 148 dan 177.
Terakhir, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) disarankan dengan target harga di level 970, 1.040, dan 1.185.






