Sehat

Sisi Buruk Media Sosial Dapat Pengaruhi Kesehatan Mental , Penasaran ?

390
×

Sisi Buruk Media Sosial Dapat Pengaruhi Kesehatan Mental , Penasaran ?

Sebarkan artikel ini
Kesehatan mental
Illustrasi dampak media sosial. Foto: @makeuseof.com

FENESIA – Saat ini media sosial juga termasuk kedalam daftar kebutuhan primer manusia. Tak jarang, jika akhir-akhir ini kita bisa berkomunikasi via online satu sama lain. Bahkan, media sosial sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern. Namun sangat disayangkan sekali, ternyata media sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Keberadaan media sosial dapat membantu seseorang untuk mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi, memperbanyak teman, dan berbagi pengalaman serta ide. Positifnya, media sosial dapat menghubungkan yang jauh menjadi dekat dan yang tidak kenal menjadi kenal. Tapi, media sosial dapat memicu overthinking, depresi, atau hal yang lebih parah lagi.

Menurut psikolog, media sosial menyajikan fitur yang menarik seperti adanya “like” dan kolom komentar untuk postingan. Meskipun demikian, media sosial juga memiliki sisi gelap yang jarang kita sadari. Penasaran? Yuk simak penjelasannya!

Menimbulkan Kecemasan yang Berlebihan

Kesehatan mental
Illustrasi galau. Foto: @vinnash

Kebanyakan orang memaikankan media sosial setiap waktu. Tujuannya, agar tetap terus update tentang hal-hal terbaru. Media sosial seolah terus menghantui seseorang untuk mengetahui hal-hal yang aktual. Bahkan, ada yang merasa cemas dan tidak puas apabila melewatkan sesuatu.

Media sosial seperti sudah memindahkan kehidupan seseorang ke dunia maya. Maka daripada itu, kadang seseorang akan merasa stress jika tidak melihat media sosial walau sebentar saja. Tak sedikit para pengguna media sosial yang merasa tertekan, bahkan melakukan perbuatan yang lebih parah lagi.

Gangguan Tidur

Kesehatan mental
Illustrasi perempuan tidur. Foto: @wattpad.com

Ketika kamu sudah memutuskan untuk menggunakan media sosial, secara tidak langsung kamu juga harus bisa menerima apa saja resikonya. Masalah bisa muncul dari media sosial, seperti adanya komentar yang negatif dari orang lain atau hal-hal yang menimbulkan stress bagi orang lain. Dampak dari ini yaitu, sulitnya kamu untuk tidur dengan nyenyak.

Media sosial menambah daftar masalah yang kamu hadapi. Para peneliti dari University of Pitrsburg menemukan bahwa, penggunakan media sosial lebih sering memiliki risiko sulit tidur tiga kali lebih besar daripada yang lainnya. Tak hanya itu, bahkan waktu seseorang akan terkuras karena keasikan bermain media sosial.

Munculnya Rasa Cemburu Sosial

Kesehatan mental
ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย Woman holding packages after shopping. Foto: @dribbble.com

Bohong kalau kamu tidak pernah merasa cemburu dengan postingan orang lain di media sosial. Cendrung hal ini terjadi karna seseorang akan merasa tersaingi oleh orang lain.

Bahkan tidak sedikit yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginannya tersebut. Apabila kita bisa menyeimbangi diri, gaya hidup yang konsumtif tidak akan mendekati kita. Orang lain memang bebas untuk mengupdate apa saja di media sosial, seharusnya hal itu tidak membuat kita tidak berpikir logis lagi.

Mengembangkan Perilaku yang Negatif

Kesehatan mental
Bad boy. Foto: @wattpad.com

Ada yang merasa keren karna telah menampilkan perbuatan yang negatif di media sosial. Lebih aneh lagi, banyak komentar yang seolah mendukung perbuatan tersebut. Seperti tidak ada lagi batasan-batasan dalam bermedia sosial. Hilangnya pemikiran bijak seseorang terhadap hal-hal yang tak patut untuk dipublikasikan malah dipublikasikan.

Banyak pasang mata yang bisa melihat apa perbuatan tersebut di media sosial. Menurut psikologi sosial, perbuatan manusia dapat terbentuk dari lingkungan sekitarnya. Coba saja kamu bayangkan, apabila konten negatif itu akan tetap tersebar luas di media sosial sudah dapat dipastikan seseorang akan meniru perbuatan tersebut. Selain itu, juga mampu mengubah mindset seseorang terhadap hal yang negatif menjadi hal yang positif.

Media sosial bukanlah tumpuan utama bagi hidup manusia. Kita semua bebas untuk mengaksesnya, tapi kesehatan mental kita juga jauh lebih penting daripada pengaruh media sosial. Bijaklah dalam bermedia sosial, petik hal-hal baiknya, dan buang hal-hal buruknya. See you!