Jakarta – Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menegaskan akan mengesampingkan ikatan emosional dan sejarah pribadinya saat memimpin timnya menghadapi Inter Milan dalam laga Liga Champions yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu (9/9/2026).
Dilansir dari laman resmi Real Madrid, pria asal Portugal tersebut menyatakan bahwa meski ia memiliki kenangan mendalam bersama klub Italia tersebut, fokus utamanya saat ini adalah meraih kemenangan bagi Real Madrid.
Mourinho mengakui bahwa para pendukung dan elemen di dalam Inter Milan mungkin masih menganggapnya sebagai seorang teman karena rekam jejak kesuksesan yang pernah ia torehkan di sana.
“Di Inter, mereka melihat saya sebagai teman, tidak diragukan lagi,” kata Mourinho.
Namun, ia menegaskan bahwa dinamika profesional akan berubah secara drastis begitu peluit pertandingan dibunyikan di lapangan hijau.
“Selama pertandingan, saya tidak berpikir mereka akan melihat saya sebagai teman ketika saya menjadi pelatih Real Madrid,” ujar Mourinho.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pertemuan antara Mourinho dengan pelatih Inter Milan saat ini, Cristian Chivu, yang merupakan mantan anak asuhnya.
Mourinho menyatakan rasa hormatnya kepada Chivu yang kini dipercaya memegang kendali kepelatihan di kubu Nerazzurri.
“Chivu adalah salah satu mantan pemain saya, Inter juga salah satu tim yang pernah saya latih dan akan selalu begitu, saya sangat menyayangi Chivu dan senang melihat semuanya berjalan baik untuknya,” kata Mourinho.
Meskipun memiliki hubungan personal yang hangat, Mourinho berkomitmen untuk membatasi interaksi tersebut hanya di luar durasi pertandingan.
“Saya akan senang memeluknya sebelum pertandingan dan sesudah pertandingan, tetapi tidak selama pertandingan,” kata Mourinho.
Kaitan sejarah antara Mourinho dan Inter Milan memang sangat kuat, terutama saat ia menukangi klub tersebut pada periode 2008 hingga 2010.
Puncak karier Mourinho bersama Inter terjadi pada musim 2009/2010 ketika ia berhasil mempersembahkan gelar treble yang terdiri dari Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.
Salah satu momen paling ikonik dalam karier Mourinho adalah saat ia membawa Inter menjuarai Liga Champions di stadion yang akan menjadi tuan rumah pertandingan ini, Santiago Bernabeu.
Pada final Liga Champions 2010 tersebut, Inter Milan sukses menundukkan Bayern Munchen dengan skor 2-0 berkat dua gol yang dicetak oleh Diego Milito.
Keberhasilan tersebut menjadi sangat spesial karena merupakan trofi Liga Champions pertama bagi Inter Milan sejak tahun 1965.
Tak lama setelah mencatatkan sejarah tersebut, Mourinho memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya di Inter Milan dan menerima tawaran untuk menukangi Real Madrid.
Kini, Mourinho harus menghadapi realitas profesional sebagai lawan dari klub yang pernah ia bawa ke puncak kejayaan Eropa tersebut.





