Berita

Prabowo Siapkan Drone Angkut Berat dan Kapal Induk Atasi Karhutla

4
×

Prabowo Siapkan Drone Angkut Berat dan Kapal Induk Atasi Karhutla

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat kabinet virtual membahas pengadaan drone dan armada untuk penanganan karhutla
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pengadaan drone angkut berat untuk mempercepat penanganan karhutla.

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pengadaan drone angkut berat serta penambahan armada pesawat untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam rapat kabinet virtual yang berlangsung pada Senin (7/9/2026).

Dilansir dari Republika.co.id, langkah strategis ini diambil sebagai respons atas evaluasi pemerintah terhadap keterlambatan operasional yang sempat terjadi dalam penanganan bencana karhutla di berbagai wilayah Indonesia selama tahun ini.

Kepala Negara menekankan pentingnya penerapan prinsip antisipatif dalam perencanaan mitigasi bencana guna memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai di lapangan.

“Ke depan, kita mengambil langkah antisipatif; saya minta kita utamakan perencanaan dan terapkan prinsip bahwa lebih baik berlebih daripada kekurangan,” kata Prabowo Subianto.

Presiden telah menugaskan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy terkait pengadaan aset mitigasi baru.

Instruksi tersebut mencakup pengadaan helikopter pengebom air atau water bombing untuk memperkuat kemampuan pemadaman dari udara.

Pemerintah juga akan mendistribusikan peralatan pemadam kebakaran skala kecil seperti pompa air dan ekskavator secara permanen ke desa-desa yang teridentifikasi memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan.

Sebagai bagian dari peningkatan kapabilitas logistik, Indonesia dijadwalkan akan segera mengoperasikan kapal induk pertamanya yang dirancang khusus untuk mendukung manajemen pasca-bencana.

Fasilitas maritim tersebut nantinya mampu menampung hingga sepuluh helikopter berukuran sedang dengan kapasitas angkut air mencapai empat hingga lima ton per unit untuk misi pemadaman.

Presiden juga memerintahkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan identifikasi terhadap agen kimia yang paling efisien guna mengoptimalkan efektivitas teknologi modifikasi cuaca atau penyemaian awan.

Selain pesawat berawak, penggunaan drone angkut berat diprioritaskan untuk melaksanakan misi pengeboman air dengan tingkat presisi yang lebih tinggi di garis depan titik api.

Pengerahan teknologi nirawak ini diharapkan mampu menjangkau wilayah kebakaran yang sulit diakses oleh armada konvensional dalam waktu yang lebih singkat.

Penguatan infrastruktur mitigasi ini menjadi prioritas nasional untuk meminimalisir dampak kerusakan lingkungan serta kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh karhutla setiap tahunnya.

“Kita harus bersiap jauh-jauh hari,” ujar Prabowo Subianto.

Seluruh jajaran kementerian terkait diminta untuk segera merealisasikan pengadaan aset tersebut agar kesiapan operasional dalam menghadapi potensi ancaman bencana dapat terjaga secara konsisten di masa depan.