FENESIA – Label rekaman Musica Records mengeluarkan album “Bintang Kehidupan” milik mendiang Nike Ardilla dalam format vinyl pada Minggu (27/12). Hal ini dilakukan dalam rangka peringatan ulang tahun ke-45 penyanyi solo tersebut.
Album tersebut pertama kali dirilis saat ulang tahun Nike pada tahun 1990 silam. Jika masih hidup, tahun ini Nike genap berusia 45 tahun.
“Bintang Kehidupan” adalah album solo ketiga Nike setelah “Hanya Satu Nama” yang dirilis pada 1988 dan “Seberkas Sinar” yang dirilis pada 1989. “Bintang Kehidupan” merupakan salah satu album paling hit milik Nike di Indonesia maupun di Asia Tenggara.
Album tersebut berhasil terjual lebih dari 6 juta kopi dan mendapat penghargaan The Best Selling Rock Album dari BASF Awards 1990.
“Bintang Kehidupan” merupakan salah satu lagu yang paling terkenal yang diciptakan oleh almarhum Deddy Dores. Lagu lain yang juga termasuk hit sepertik “Khayal”, “Terserah”, dan “Kelam”.
Sepanjang karier bermusiknya, Nike dikenal sebagai salah satu lady rocker Indonesia. Rata-rata album yang Nike rilis terjual di atas 1 juta kopi, seperti “Nyalakan Api” yang dirilis pada 1991 terjual 1,75 juta, “Matahariku” yang dirilis pada 1992 terjual 1,5 juta kopi, “Biarlah Aku Mengalah”yang dirilis pada 1993 terjual 2 juta kopi, dan “Biarkan Cintamu Berlalu” yang dirilis pada tahun 1994 terjual 1,25 juta kopi.
Berbagai pihak mengakui kemampuan dan bakat Nike. Ia meraih banyak penghargaan dari dalam dan maupun luar negeri. Nike bahkan sering hilir-mudik tampil di berbagai negara, hingga ke Eropa dan Amerika.
Tapi, Nike meninggal dunia pada 19 Maret 1995 lalu. Ia meninggal setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai Honda Civic Genio miliknya pada dini hari.
Berdasarkan keterangan kakak Nike, Raden Alan Yudi, bagian depan Honda Civic Genio berpelat D 27 AK tersebut rusak lantaran menabrak bak sampah dan pagar. Alan menyimpan bagian pintu mobil yang remuk itu di Museum Nike Ardilla.
Sampai saat ini, Alan masih tetap mendengar berbagai kabar membahas soal tragedi memilukan tersebut. Salah satu kabar yang sering terdengar adalah dugaan Nike mengalami kecelakaan karena mabuk setelah menenggak minuman beralkohol. Alan menilai hal tersebut wajar.
Pada tahun lalu ia mengatakan, “Begitu lihat hasil autopsi, clear [dari alkohol]. Di bagian atas perut ada memar karena tabrakan kayaknya. Yang fatal di belakang kuping, sobek, kena gantungan seat belt yang terbuat dari besi.”
“Pada dasarnya, kami kehilangan data. Saat Nike meninggal itu kan banyak orang di rumah. Jadi kami enggak begitu fokus sama berkas autopsi. Kami mau klarifikasi ke orang bagaimana? Data hilang.”







