EcozonePemerintahanPolitik

Polri Perkuat Independensi, Hindari Intervensi dengan Berada di Bawah Presiden

131
×

Polri Perkuat Independensi, Hindari Intervensi dengan Berada di Bawah Presiden

Sebarkan artikel ini
polri-di-bawah-presiden-tepat-jika-di-bawah-kementerian-berisiko-intervensi-politik
polri di bawah presiden tepat jika di bawah kementerian berisiko intervensi politik

Jakarta – Sejumlah tokoh menilai posisi Polri di bawah Presiden sudah tepat. Struktur ini dinilai penting untuk menjaga independensi penegakan hukum.

Struktur ini juga memastikan respons cepat aparat kepolisian dalam menghadapi situasi darurat.

Ketua Umum GMNI, Sujahri Somar, menyatakan wacana menempatkan Polri di bawah kementerian berpotensi membuka intervensi politik.

Menurutnya, perubahan rantai komando berisiko melemahkan peran strategis Polri.

Sujahri menilai posisi Polri di bawah Presiden sudah sesuai kebutuhan negara. Pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas dapat dilakukan lebih cepat.

Meski demikian, Sujahri menekankan pentingnya reformasi Polri yang berkelanjutan.

Ia mengingatkan reformasi harus fokus pada penguatan kinerja, pembenahan internal, peningkatan pengawasan eksternal, serta mendorong transparansi.

Ketua Umum Relawan Nasional Pasbata Prabowo, David Febrian, menyampaikan pandangan serupa.

Ia menyatakan Polri bukan sekadar institusi teknis administratif, melainkan alat negara yang memiliki peran langsung dalam menjaga hukum, keamanan, dan ketertiban nasional.

Kepingan emas batangan dengan latar belakang grafik pasar keuangan yang menunjukkan tren harga
Ecozone

Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada Rabu (7/10/2026). Pergerakan emas dipengaruhi kekhawatiran inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi serta prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.147,77 per ons troi pada pukul 00.43 GMT. Sementara…

Gedung Federal Reserve di Washington DC dengan latar belakang bendera Amerika Serikat
Ecozone

Risiko inflasi yang masih berada di atas target 2% membuat Federal Reserve (The Fed) tetap membuka peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebelum akhir 2026. Hal tersebut tercermin dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 15–16 September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026). Dalam rapat tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75%–4,00%. Mayoritas pejabat The Fed menilai…