Jombang – Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan tewas di saluran sekunder Mrican Kanan, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang, Senin (13/4/2026). Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan luka pada bagian leher dan pipi yang diduga akibat benda tajam.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, membenarkan penemuan jasad pria yang diperkirakan berusia 30 tahun tersebut. Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti awal.
“Korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup di sungai. Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan luka di bagian leher dan pipi korban,” ujar Ardi.
Saat ini, jasad korban telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab kematian korban, apakah murni karena tindak pidana atau faktor lain.
Polisi saat ini masih menunggu hasil autopsi dari tim medis RS Bhayangkara Kediri. Selain itu, penyelidikan terus dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui karena warga sekitar tidak ada yang mengenali pria tersebut.
“Warga di sekitar TKP tidak mengenal yang bersangkutan. Kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab pasti kematiannya,” pungkasnya.Jombang – Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan tewas dengan luka di bagian leher dan pipi di saluran sekunder Mrican Kanan, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang, Senin (13/4/2026). Saat ditemukan, jasad korban dalam posisi tertelungkup di sungai.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, membenarkan penemuan mayat laki-laki yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun tersebut. Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti awal di lokasi.
“Korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup. Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan luka di bagian leher dan pipi korban,” ujar Ardi.
Saat ini, jasad pria tersebut telah dibawa ke rumah sakit di Jombang untuk menjalani autopsi. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab kematian korban, apakah murni karena tindak pidana atau faktor lain.
Polisi mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih detail terkait luka yang dialami korban. Pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari tim medis RS Bhayangkara Kediri.
Selain melakukan autopsi, polisi juga tengah mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi. Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui karena warga sekitar tidak ada yang mengenali pria tersebut.
“Warga di sekitar TKP tidak mengenal yang bersangkutan. Kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab pasti kematiannya,” pungkasnya.







