Travel

Nicholas Saputra Ingatkan Pelestarian Alam Desa Wisata Guna Keberlanjutan

182
×

Nicholas Saputra Ingatkan Pelestarian Alam Desa Wisata Guna Keberlanjutan

Sebarkan artikel ini
e1f629d14f96932f45803dd1cd2ae6dd.jpg
e1f629d14f96932f45803dd1cd2ae6dd.jpg

Denpasar – Aktor sekaligus Duta Bakti BCA, Nicholas Saputra, mendorong pelaku usaha wisata untuk konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan destinasi. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, pelestarian alam dan budaya, serta partisipasi aktif masyarakat lokal.

Nicholas Saputra menekankan bahwa setiap destinasi memiliki keunikan tersendiri, sehingga pendekatan pengelolaannya harus disesuaikan dengan kondisi setempat.

Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA yang digelar pada 29-30 Desember 2025 di Desa Wisata Taro, Bali.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bakti BCA ini bertujuan mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Acara ini melibatkan 10 desa dan komunitas wisata yang tergabung dalam Desa Bakti BCA.

Nicholas Saputra menilai forum ini menjadi wadah bagi pelaku pariwisata untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan. Ia juga mengaku mendapatkan wawasan baru dalam forum tersebut.

“Saya meyakini bahwa pengembangan destinasi yang menghormati kelestarian lingkungan dan budaya, melibatkan masyarakat lokal, serta mengutamakan kualitas pengalaman wisata, akan memperkuat keberlanjutan desa wisata,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, perwakilan desa wisata mendapatkan pembelajaran langsung terkait tata kelola pariwisata yang bertanggung jawab dan berstandar tinggi, serta selaras dengan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).

Peserta juga berkesempatan melakukan studi banding ke Desa Wisata Penglipuran, mengikuti kelas memasak di Taman Dukuh, dan berdiskusi dengan Nicholas Saputra serta EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.

Desa Wisata Penglipuran dipilih sebagai lokasi studi banding karena reputasinya sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik versi United Nations World Tourism Organization (UNWTO/UN Tourism).

Sementara itu, Nicholas Saputra dipilih sebagai narasumber karena rekam jejaknya sebagai pelaku usaha pariwisata yang mengedepankan keberlanjutan dan kualitas pengalaman wisata.

Hera F. Haryn berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas desa dan komunitas wisata binaan dalam mengelola destinasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Menurutnya, pariwisata berkualitas tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari pengalaman wisata yang bermakna, standar layanan yang unggul, serta dampak positif bagi perekonomian, sosial budaya, dan lingkungan.

Sepuluh perwakilan Desa Bakti BCA yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai daerah, termasuk Desa Wisata Hijau Bilebante (NTB), Kampung Adat Nagari Sijunjung (Sumbar), Desa Wisata Pentingsari (Yogyakarta), Wisata Wayang Desa Wukirsari (Yogyakarta), Kampung Adat Prai Ijing/Tebara (NTT), Desa Wisata Edelweiss Wonokitri (Jatim), Desa Wisata Pulau Derawan (Kaltim), Desa Wisata Patakbanteng (Jateng), Desa Wisata Tamansari (Jatim), dan Desa Wisata Taro (Bali).

Saat ini, BCA membina 27 desa wisata secara intensif di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa Desa Bakti BCA telah meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.