Jakarta – Perayaan Imlek 2026 diprediksi akan menghasilkan perputaran uang lebih dari Rp9 triliun. Libur panjang Imlek diharapkan jadi penggerak ekonomi di awal tahun.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Sarman Simanjorang, menyampaikan hal ini. Ia menyebut Imlek sebagai momentum penting.
Sarman merinci potensi perputaran uang selama Imlek 2026:
* Belanja keluarga Tionghoa: Rp2,81 triliun.
* Wisata dan ziarah: Rp1,68 triliun.
* Transportasi udara: Rp1,74 triliun.
* Kereta api: Rp150 miliar.
* Kereta cepat Whoosh: Rp6,25 miliar.
* Sektor ritel: Rp2,66 triliun.
Total potensi perputaran uang mencapai Rp9,06 triliun. Angka ini belum termasuk pengeluaran lain seperti tol dan bahan bakar.
Sarman menilai konsumsi ini akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026. Target pertumbuhan ekonomi adalah 5,5 persen.
“Momentum Imlek menjadi awal penguatan konsumsi rumah tangga,” ujarnya. Ia menambahkan momentum ini akan berlanjut pada Ramadan dan Idul Fitri.
Libur Imlek 2026 diharapkan menjadi modal penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 5,4–5,6 persen.







