Ecozone

Dirjen Bea Cukai Menanggapi Temuan Impor Beras 250 Ton.

147
×

Dirjen Bea Cukai Menanggapi Temuan Impor Beras 250 Ton.

Sebarkan artikel ini
c6753b3b077ac13160e747a80708a6d6.jpg
c6753b3b077ac13160e747a80708a6d6.jpg

Sabang – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan merespons temuan impor beras ilegal sebanyak 250 ton yang masuk melalui Sabang, Aceh. Beras yang diduga melanggar prosedur ini sebelumnya diungkapkan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan kini telah disegel serta akan diusut tuntas oleh pemerintah.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, menegaskan pihaknya tidak pernah mengizinkan impor beras ilegal. Menurut Djaka, izin impor beras di kawasan tersebut diberikan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKS) Sabang.

“Kalau beras itu kan dari BPKS Sabang-nya itu mengizinkan, ya. Kami menjaga di ujungnya jangan sampai merembes kepada masyarakat. Sehingga ketika dari pusat tidak mengizinkan, ya, kami segel sekarang,” ucap Djaka di kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 24 November 2025.

Djaka menambahkan bahwa beras tersebut kini telah disegel oleh kepolisian. Ia juga memastikan pemerintah akan mengusut tuntas siapa saja pihak yang terlibat dalam kasus impor beras ilegal ini.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebelumnya mengklaim adanya kejanggalan dalam aktivitas impor beras tersebut. Amran menyoroti bahwa risalah rapat koordinasi pemerintah di Jakarta pada 14 November 2025 menunjukkan permohonan impor telah ditolak oleh pejabat terkait. Namun, izin impor dari negara asal, Thailand, justru sudah terbit lebih dahulu.

Amran menduga temuan ini memperlihatkan adanya upaya terencana yang tidak sesuai prosedur. “Kami tegaskan bahwa beras tersebut telah disegel dan kami minta aparat untuk menelusuri siapa saja pelaku yang terlibat,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Ahad, 23 November 2025.

Menteri Pertanian menyatakan bahwa impor beras saat ini merupakan aktivitas ilegal. Hal ini dikarenakan Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan tidak ada kebutuhan untuk mengimpor beras, mengingat stok nasional komoditas pangan tersebut telah tercukupi.

Kepingan emas batangan dengan latar belakang grafik pasar keuangan yang menunjukkan tren harga
Ecozone

Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada Rabu (7/10/2026). Pergerakan emas dipengaruhi kekhawatiran inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi serta prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.147,77 per ons troi pada pukul 00.43 GMT. Sementara…

Gedung Federal Reserve di Washington DC dengan latar belakang bendera Amerika Serikat
Ecozone

Risiko inflasi yang masih berada di atas target 2% membuat Federal Reserve (The Fed) tetap membuka peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebelum akhir 2026. Hal tersebut tercermin dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 15–16 September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026). Dalam rapat tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75%–4,00%. Mayoritas pejabat The Fed menilai…