Cupertino – John Ternus resmi menjabat sebagai CEO Apple yang baru menggantikan Tim Cook yang kini beralih posisi menjadi Executive Chairman, efektif sejak Rabu (2/9/2026).
Dilansir dari laporan resmi Apple, pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru bagi perusahaan teknologi raksasa yang bermarkas di Amerika Serikat tersebut setelah lebih dari satu dekade di bawah komando Cook.
Sebelum menduduki jabatan puncak, John Ternus merupakan Senior Vice President of Hardware Engineering yang memimpin pengembangan berbagai produk ikonik seperti iPad, AirPods, Apple Vision Pro, hingga inisiatif Apple Silicon.
Lahir dan besar di California, John Ternus menempuh pendidikan di University of Pennsylvania dan berhasil meraih gelar Bachelor of Science di bidang Teknik Mesin pada 1997.
Karier profesionalnya di perusahaan tersebut dimulai pada 2001 saat ia bergabung sebagai anggota tim Product Design.
Sepanjang masa jabatannya di divisi perangkat keras, ia memimpin transisi krusial Mac dari prosesor Intel ke chip buatan sendiri yang meningkatkan integrasi antara teknologi dan sistem operasi perusahaan.
Dalam pernyataan resminya, John Ternus mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin perusahaan.
“Saya beruntung pernah bekerja bersama Tim Cook dan mendiang Steve Jobs,” kata John Ternus.
Terkait kompensasi, John Ternus menerima paket senilai 58 juta dollar AS atau sekitar Rp1 triliun untuk tahun fiskal 2027.
Data tersebut disampaikan perusahaan melalui laporan kepada Securities and Exchange Commission (SEC).
Struktur kompensasi tersebut terdiri dari gaji pokok sebesar 3 juta dollar AS atau sekitar Rp53,2 miliar per tahun.
Selain gaji pokok, ia juga mendapatkan hibah saham dengan nilai target mencapai 55 juta dollar AS atau sekitar Rp976 miliar.
Porsi terbesar dari paket kompensasi ini berbasis pada penghargaan saham yang nilainya fluktuatif mengikuti pergerakan pasar.
Sekitar 75 persen dari penghargaan saham tersebut ditentukan berdasarkan kinerja Apple dibandingkan dengan perusahaan lain dalam indeks S&P 500.
Sementara itu, 25 persen sisanya merupakan unit saham berbasis waktu yang diberikan secara bertahap setiap enam bulan.
Untuk tahun fiskal 2026, ia juga menerima restricted stock units (RSU) secara prorata dengan estimasi nilai sekitar 2,5 juta dollar AS atau Rp44,4 miliar.
Meskipun belum ada rincian mengenai bonus tunai, perusahaan biasanya menetapkan nilai bonus sekitar dua kali lipat dari gaji pokok eksekutif.
Informasi lebih mendalam mengenai rincian kompensasi eksekutif akan dipaparkan lebih lanjut menjelang rapat pemegang saham pada awal tahun depan.
Sebagai CEO baru berusia 51 tahun, John Ternus kini memegang kendali penuh atas arah strategis dan inovasi produk perusahaan di masa depan.







