Jakarta – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), emiten infrastruktur energi milik konglomerat Happy Hapsoro, mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) salah satu anak usahanya serta pembaruan status lima proyek ekspansi strategis dalam paparan publik virtual pada Jumat (11/9/2026).
Dilansir dari laman berita MSN, direksi perseroan menyatakan bahwa rencana membawa anak usaha ke lantai bursa masih dalam tahap perencanaan internal dan belum terealisasi hingga saat ini.
“Insya Allah, kalau semua berjalan lancar tentu perencanaan itu akan kita realisasikan,” kata Direktur RAJA Ogi Rulino.
Manajemen RAJA belum memberikan konfirmasi resmi terkait rumor yang mengaitkan PT Panji Raya Alamindo sebagai entitas yang akan melakukan IPO tersebut.
Ogi Rulino menegaskan bahwa eksekusi rencana IPO akan sangat bergantung pada kondisi pasar modal Indonesia ke depannya.
Selain rencana aksi korporasi, Direktur RAJA Praba Diwangkara Caraka Putra Soma memaparkan perkembangan lima proyek ekspansi yang kini tengah berada dalam berbagai tahapan penyelesaian.
Perseroan telah menuntaskan perjanjian jual beli 5% saham PT Layar Nusantara Gas yang bergerak di fasilitas floating liquefied natural gas (LNG) dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun.
RAJA juga tengah memfinalisasi akuisisi perusahaan pelayaran yang memiliki armada kapal LNG Carrier dan Very Large Gas Carrier (VLGC) dengan kontrak operasional hingga 2028 dan 2029.
Proses uji tuntas atau due diligence untuk aspek legal dan teknis kapal telah selesai, sementara kajian finansial masih terus berlangsung.
“Kami targetkan pada kuartal keempat 2026, bergantung pada penyelesaian kajian dan persyaratan transaksi akuisisi,” ujar Praba Diwangkara Caraka Putra Soma.
Langkah strategis lainnya meliputi pembangunan pipa bahan bakar minyak (BBM) sepanjang 117 kilometer di Kalimantan Timur melalui PT Petrotec Penta Nusa.
Proyek pipa BBM ini telah mengantongi persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan saat ini sedang dalam tahap penyelesaian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).
Pembangunan fisik proyek pipa tersebut dijadwalkan dimulai pada tahun ini dengan target operasi komersial pada kuartal keempat 2027.
RAJA juga menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan atau kilang di Kalimantan melalui anak usaha PT Karyal Medojaya dengan kepemilikan 55% saham.
Proyek kilang tersebut diperkirakan menelan investasi sebesar US$ 300 juta dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal keempat 2029.
Terakhir, perseroan sedang mengkaji pembangunan pabrik biogas berbasis limbah peternakan di Jawa Barat yang bekerja sama dengan Tokyo Gas melalui PT Panji Raya Alamindo.
Saat ini, perseroan masih melakukan studi kelayakan investasi, pemetaan lokasi lahan, serta melakukan benchmarking dengan fasilitas serupa di luar negeri.







