Jakarta – PT Kreatif Media Karya (KMK), entitas di bawah naungan Grup PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek), memperkuat posisi kepemilikan sahamnya di PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan melakukan pembelian sebanyak 803,29 juta lembar saham pada Selasa (8/9/2026).
Dilansir dari laporan keterbukaan informasi perusahaan, transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp 126 per lembar saham yang melibatkan total dana sebesar Rp 101,21 miliar.
Langkah korporasi ini meningkatkan porsi kepemilikan saham KMK di Bukalapak dari 46,32 miliar saham atau 44,9% menjadi 47,13 miliar saham yang setara dengan 45,68% total modal disetor.
Dalam laporan resminya, KMK menegaskan statusnya sebagai pengendali perusahaan dan berkomitmen untuk mempertahankan kendali strategis atas Bukalapak di masa mendatang.
Manajemen KMK menyatakan bahwa tujuan utama dari penambahan investasi ini adalah untuk memperkuat portofolio bisnis perusahaan di sektor teknologi.
Keputusan investasi ini dilakukan di tengah pergeseran model bisnis Bukalapak yang kini lebih mengandalkan lini produk digital, khususnya sektor gaming, sebagai motor penggerak utama pendapatan.
Sepanjang semester I tahun 2026, Bukalapak membukukan total pendapatan sebesar Rp 3,99 triliun, meningkat 29,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Segmen bisnis gaming memberikan kontribusi signifikan dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,5 triliun, atau sekitar 87% dari total pendapatan perusahaan.
Kinerja lini gaming juga tercermin pada kuartal II 2026 yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,39 triliun dengan perolehan adjusted EBITDA positif mencapai Rp 7 miliar.
Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan bukti efektivitas dari transformasi bisnis yang sedang dijalankan oleh perseroan.
“Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh, kami tetap fokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen,” kata Victor.
Di sisi lain, terdapat tantangan pada segmen usaha lainnya, di mana pendapatan dari mitra Bukalapak dilaporkan mengalami penurunan sebesar 27% secara tahunan.
Segmen ritel Bukalapak juga mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 14% menjadi Rp 139 miliar pada semester I 2026.
Meskipun segmen investasi melalui BMoney tumbuh 68% menjadi Rp 44 miliar, skala keuntungan tersebut masih jauh di bawah kontribusi bisnis gaming.
Victor menambahkan bahwa pertumbuhan bisnis gaming didorong oleh ekspansi internasional yang menjadi tulang punggung perusahaan dalam menghadapi persaingan e-commerce yang ketat.
“Perkembangan positif yang berkelanjutan pada segmen Gaming, pencapaian Mitra segmen positif EBITDA yang disesuaikan, dan segmen pertumbuhan Investasi menunjukkan kemajuan dari strategi yang kami jalankan,” kata Victor.
Portofolio produk digital Bukalapak saat ini mencakup layanan top-up mata uang virtual, voucer game, hingga akses ke berbagai platform gaming populer.
Perusahaan hingga saat ini belum merinci kontribusi spesifik dari masing-masing kategori produk di dalam segmen gaming tersebut kepada publik.







