Jakarta – Singapore Business Federation (SBF) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat kerja sama strategis untuk memperluas akses pasar lintas negara bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Kamis (3/9/2026).
Dilansir dari laman berita resmi, dialog bisnis tingkat tinggi yang dipimpin oleh Chairman SBF Mark Lee bersama jajaran pimpinan Kadin Indonesia tersebut turut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) berdurasi dua tahun yang sebelumnya telah ditandatangani dalam forum Singapore-Indonesia Leaders’ Retreat sebagai upaya konkret dalam memperkuat peluang perdagangan bagi pelaku usaha domestik.
Kedua belah pihak menyepakati implementasi kerja sama yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni digitalisasi, keterlibatan kebijakan, serta pengembangan kapasitas bisnis bagi para pelaku usaha di kedua negara.
Pada aspek digitalisasi, kolaborasi ini mengedepankan pemanfaatan Trade AI Advisor (TAIA) Indonesia, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan generatif yang dikembangkan oleh SBF untuk memetakan kebutuhan perdagangan dan peluang pasar secara akurat.
Pilar keterlibatan kebijakan akan diwujudkan melalui serangkaian forum bisnis dan diskusi meja bundar, sementara pengembangan kapasitas akan difokuskan pada kegiatan business matching serta berbagai lokakarya teknis.
Chairman SBF Mark Lee menyatakan bahwa dialog tersebut berhasil menegaskan kedalaman dan nilai praktis dari hubungan bilateral antara Singapura dan Indonesia dalam sektor ekonomi.
“Today’s dialogue with KADIN has reaffirmed the depth and practical value of Singapore and Indonesia’s bilateral business ties,” kata Mark Lee.
Menurutnya, TAIA Indonesia menjadi bukti konkret hasil kerja sama kedua negara sekaligus menunjukkan potensi kolaborasi bisnis yang dapat direplikasi di tingkat kawasan ASEAN.
“SBF is committed to translating high-level cooperation into real opportunities for all businesses, regardless of size – in cross-border trade, investment and capability-building,” ujar Mark Lee.
Kerja sama ini dinilai semakin krusial mengingat posisi Singapura yang akan memegang mandat sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2027 mendatang.
Chairman Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan komitmen pihaknya untuk mengubah kerja sama bilateral ini menjadi peluang nyata bagi UMKM melalui program Indonesia Global Trading Initiative.
“Through the Indonesia Global Trading Initiative, powered by Trade AI Advisor (TAIA) Indonesia, we are helping businesses better understand trade requirements, identify market opportunities and move from information to actual market access and transactions,” kata Anindya Bakrie.
Selain perdagangan, Kadin dan SBF juga menjajaki perluasan kerja sama di sektor keberlanjutan dan dekarbonisasi untuk mendukung agenda ekonomi hijau regional.
Anindya Bakrie menambahkan bahwa sinergi Indonesia dan Singapura diharapkan mampu memperkuat konektivitas bisnis regional serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Sebagai bentuk kolaborasi praktis, kerja sama ini dapat membantu bisnis di kedua negara tumbuh sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ASEAN,” kata Anindya Bakrie.
Sebagai informasi, SBF merupakan kamar dagang utama di Singapura yang menaungi lebih dari 34.000 anggota dari berbagai sektor industri dan berfokus pada advokasi kebijakan serta pengembangan kapasitas bisnis.







