Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tipis sebesar 0,06% ke level 6.595 pada penutupan perdagangan Rabu (2/9/2026) akibat tekanan jual di sejumlah sektor utama.
Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas perdagangan mencatat sebanyak 282 saham menguat, 321 saham terkoreksi, dan 186 saham lainnya stagnan.
Total nilai transaksi saham yang tercatat di bursa mencapai Rp 16,82 triliun dengan volume perdagangan sebesar 64,40 miliar saham yang melibatkan frekuensi transaksi sebanyak 2,45 juta kali.
Kapitalisasi pasar IHSG pada penutupan sesi hari ini terpantau berada di angka Rp 11.550 triliun.
Terdapat transaksi crossing jumbo pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di harga Rp 25 dengan total nilai mencapai Rp 718,55 miliar.
Selain itu, transaksi crossing juga terjadi pada saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) di harga Rp 15.971 dengan nilai transaksi sebesar Rp 432,58 miliar.
Secara sektoral, enam dari 11 sektor yang terdaftar di BEI ditutup di zona merah dengan sektor bahan baku mencatat koreksi terdalam sebesar 1,54%.
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menjadi salah satu emiten yang tertekan di sektor tersebut dengan penurunan harga sebesar 1,92% ke level Rp 1.275 per saham.
Performa bursa domestik ini sejalan dengan mayoritas indeks bursa saham di Asia yang juga berada di zona negatif.
Indeks Nikkei tercatat turun 2,85%, indeks Hang Seng tergelincir 0,07%, dan Shanghai Composite melemah 0,97%.
Berbeda dengan tren regional, indeks Straits Times justru mampu mencatatkan penguatan sebesar 0,59%.
Daftar saham top gainers hari ini dipimpin oleh PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) yang naik 21,10% ke harga Rp 132 per saham.
Peningkatan juga dialami oleh PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) sebesar 9,15% ke level Rp 3.340 dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) sebesar 6,62% ke level Rp 1.610.
Sementara itu, jajaran saham top losers didominasi oleh PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang turun 5,34% ke harga Rp 1.595.
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga melemah 4,68% ke level Rp 2.650, diikuti oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang terkoreksi 4,55% ke level Rp 4.820.
Analis pasar modal mencermati bahwa fluktuasi indeks saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal di pasar Asia serta aksi korporasi yang melibatkan transaksi crossing dalam skala besar.
Investor saat ini cenderung melakukan penyesuaian portofolio di tengah ketidakpastian pergerakan indeks regional yang mayoritas berada dalam tekanan jual.
Data perdagangan menunjukkan bahwa meskipun terjadi koreksi pada indeks utama, minat investor terhadap saham-saham tertentu tetap tinggi, terutama pada emiten yang masuk dalam jajaran gainers.
Volume perdagangan yang mencapai 64,40 miliar saham mengindikasikan likuiditas pasar yang masih terjaga meskipun volatilitas harga saham cukup terasa sepanjang sesi perdagangan.






