Jakarta – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pentingnya menjaga integritas kompetisi sepak bola nasional dalam acara seremonial BRI dan I League yang berlangsung pada Selasa (1/9/2026).
Dilansir dari Fenesia, Erick Thohir mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari operator liga, klub, sponsor, media, hingga pelatih dan pemain untuk bersama-sama memastikan kompetisi tetap bersih dan kompetitif.
Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir mengibaratkan ekosistem sepak bola sebagai sebuah tim yang tidak hanya membutuhkan pencetak gol, tetapi juga sosok penjaga gawang yang mampu bertahan.
Erick Thohir menekankan peran BRI dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sepak bola sekaligus mendukung pemerataan ekonomi melalui penguatan UMKM dan peningkatan daya beli masyarakat.
Dukungan tersebut dinilai konsisten karena telah berlangsung sejak masa pandemi Covid-19 pada tahun 2021.
Terkait integritas, Erick Thohir menuntut kualitas wasit terus ditingkatkan untuk membangun kepercayaan penonton terhadap kompetisi.
Ia mengungkapkan akurasi keputusan wasit di liga utama telah meningkat dari 89,3 persen menjadi 90,7 persen berkat bantuan teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Peningkatan serupa terjadi pada Liga 2, di mana akurasi keputusan wasit naik dari 75 persen menjadi 92,1 persen.
Erick Thohir secara tegas menginstruksikan Sekretaris Jenderal PSSI untuk menindak segala bentuk praktik pengaturan pertandingan atau match fixing, terutama saat kompetisi memasuki pengujung musim.
“Sebagai komut, kalau ada match fixing di ujung musim, saya tangkap,” kata Erick Thohir.
Industri sepak bola Indonesia saat ini mencatatkan dampak ekonomi yang signifikan dengan nilai mendekati Rp10,4 triliun.
Pendapatan liga juga mengalami kenaikan drastis, dari Rp519 miliar pada musim 2023/2024 menjadi Rp855 miliar pada musim 2025/2026.
Rata-rata pendapatan klub pun turut meningkat dari Rp7,5 miliar menjadi Rp27 miliar per musim.
Erick Thohir menyatakan bahwa pembangunan sepak bola tidak boleh hanya bergantung pada segelintir klub super yang berisiko mengalami kebangkrutan.
Ia mendorong penerapan club licensing yang mencakup aspek prestasi, kondisi suporter, serta kesehatan finansial klub secara menyeluruh.
Olahraga harus dipandang sebagai sebuah investasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi negara melalui penerimaan pajak dari tiket dan gaji pemain.
Pemerataan kekuatan antarklub menjadi konsep utama agar kompetisi nasional semakin sehat dan mampu menarik minat lebih banyak penonton.
Erick Thohir juga mengapresiasi EMTEK atas peningkatan kualitas siaran pertandingan yang berimplikasi langsung pada kenaikan rating industri sepak bola.
Ia berharap sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dapat membawa liga Indonesia melampaui kualitas kompetisi elite dunia seperti EPL.







