Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengalokasikan dana investasi kredit swasta senilai US$ 1 miliar kepada manajer aset asal Swiss, Partners Group, pada Minggu (30/8/2026) untuk memperluas portofolio investasi pasar swasta global milik lembaga tersebut.
Dilansir dari Bloomberg, Danantara mengarahkan US$ 600 juta dari total nilai investasi tersebut untuk penempatan pada peluang direct lending atau pinjaman langsung.
Sebanyak US$ 400 juta sisanya dialokasikan dalam tranche diskresioner yang akan dikelola oleh Partners Group melalui skema modal investasi bersama atau co-investment.
Danantara telah memberikan konfirmasi terkait keterlibatan mereka dalam bisnis kredit swasta tersebut, meskipun lembaga itu enggan memublikasikan rincian nominal secara resmi.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa langkah strategis ini tidak semata-mata mengejar imbal hasil, melainkan juga untuk memfasilitasi transfer pengetahuan guna meningkatkan kapasitas investasi nasional.
“Investasi di Partners Group akan ditujukan untuk peluang pinjaman langsung di seluruh Asia, terutama Indonesia,” kata Pandu Sjahrir.
Dia menambahkan bahwa modal yang ditempatkan di luar negeri tersebut pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian domestik.
Langkah ini diklaim sebagai bagian dari mandat Danantara dalam mengelola dana investasi, baik yang bersumber dari pasar domestik maupun pasar internasional.
Ekspansi ke industri kredit swasta global yang bernilai US$ 1,8 triliun ini menjadi salah satu penempatan dana terbesar yang pernah dilakukan oleh Danantara.
Sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, Danantara saat ini mengelola ratusan badan usaha milik negara (BUMN) dengan total nilai aset mencapai US$ 900 miliar.
Sebelumnya, lembaga tersebut telah merekrut mantan profesional investasi dari GIC Singapura untuk memimpin divisi investasi pasar swasta global.
Pada Juni 2026, Danantara berhasil menghimpun US$ 1,5 miliar melalui penerbitan obligasi internasional perdana.
Lembaga tersebut juga telah menyepakati investasi sebesar US$ 2,5 miliar dalam perusahaan patungan yang mengelola operasi JBS NV di Australia dan Selandia Baru pada awal Agustus.
Langkah Danantara mengikuti tren sejumlah dana kekayaan negara lain yang mulai mengalokasikan modal ke pasar swasta yang berkembang pesat.
Indonesia Investment Authority (INA) juga tercatat memiliki minat serupa untuk mendanai transaksi bersama manajer kredit swasta regional maupun global.
Sementara itu, Temasek Holdings Pte dari Singapura telah mendirikan platform kredit swasta pada 2024 dengan portofolio awal sekitar S$ 10 miliar.
Di sisi lain, Mubadala Investment Co dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, tetap mempertahankan optimisme terhadap investasi kredit swasta meskipun terdapat pengawasan ketat terkait kualitas kredit.
Partners Group, yang mengelola aset lebih dari US$ 186 miliar, sebelumnya menyatakan bahwa mandat tersebut akan berinvestasi pada peluang pinjaman langsung senior dan junior di kawasan Asia Pasifik.
Perusahaan tersebut saat ini tengah berupaya mencari peluang investasi lebih lanjut di Asia seiring dengan diversifikasi yang dilakukan oleh para kliennya di luar Amerika Serikat.







