Ecozone

PTDI Bidik Pasar Global N219, Incar Segmen Pesawat 19 Penumpang

4
×

PTDI Bidik Pasar Global N219, Incar Segmen Pesawat 19 Penumpang

Sebarkan artikel ini
Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia yang menyasar pasar penerbangan global.
Pesawat N219 karya PT Dirgantara Indonesia dipersiapkan untuk menguasai pasar penerbangan kelas perintis global.

Bandung – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menargetkan penguasaan pasar penerbangan global melalui pesawat N219 sebagai solusi utama di segmen pesawat baling-baling berkapasitas 19 penumpang pada Sabtu (29/8/2026).

Dilansir dari MSN, langkah strategis ini diambil perusahaan untuk mengisi kekosongan pemain di industri pesawat kelas perintis yang memiliki potensi permintaan tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional.

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menyatakan bahwa N219 merupakan produk yang sepenuhnya dirancang dan diproduksi oleh tenaga kerja domestik tanpa ketergantungan pada lisensi asing.

“N ini artinya betul-betul 100 persen karya anak bangsa, dan itu tertinggi dari lokal kontennya dan TKDN-nya itu hampir 45 persen,” kata Gita.

Indonesia dinilai menjadi pasar yang sangat strategis bagi pesawat jenis ini mengingat banyaknya wilayah dengan infrastruktur bandara terbatas yang membutuhkan konektivitas udara.

Pengembangan N219 diposisikan sebagai instrumen untuk memperkuat aksesibilitas di wilayah 3T, yakni terluar, terdepan, dan tertinggal di seluruh pelosok tanah air.

PTDI mencatat bahwa pengalaman panjang dalam pengembangan pesawat sejenis menjadi modal utama perusahaan dalam memenangkan persaingan di pasar kedirgantaraan global yang kompetitif.

Dalam upaya memperkuat ekosistem industri, PTDI telah menyelenggarakan Simposium Nasional bersama Bappenas pada 24 Agustus 2026 untuk memetakan masa depan kedirgantaraan Indonesia.

Perusahaan juga meresmikan fasilitas Training Center yang bekerja sama dengan kementerian ketenagakerjaan guna meningkatkan standar kompetensi sumber daya manusia di bidang kedirgantaraan.

Penguatan ekosistem SDM dan teknologi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PTDI untuk meningkatkan daya saing produk nasional di pasar internasional.

“Harapannya adalah sebetulnya kita ingin menunjukkan kepada bangsa kita bahwa kita mampu,” kata Gita.

PTDI menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan solusi transportasi udara yang andal bagi kebutuhan nasional melalui pemanfaatan teknologi tinggi.

Dukungan pemerintah melalui kebijakan dan regulasi yang kondusif dinilai menjadi faktor krusial dalam mempercepat pengembangan industri penerbangan dalam negeri.

Industri kedirgantaraan diharapkan dapat menjadi simbol kemandirian teknologi nasional sekaligus motor penggerak ekonomi di sektor transportasi udara.

Dengan berfokus pada efisiensi dan inovasi desain, PTDI optimistis produk N219 dapat diterima dengan baik oleh pasar global yang membutuhkan pesawat dengan spesifikasi serupa.

Peringatan hari ulang tahun ke-50 perusahaan menjadi momentum bagi PTDI untuk menegaskan kembali posisinya sebagai pionir industri aviasi yang siap menjawab tantangan konektivitas nasional.