Jakarta – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melaporkan pendapatan sebesar Rp 2,59 triliun pada semester I 2026, yang merepresentasikan pertumbuhan signifikan sebesar 45,83% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,77 triliun, Sabtu (29/8/2026).
Dilansir dari laporan keuangan resmi perusahaan, kenaikan pendapatan emiten infrastruktur tersebut didorong oleh performa positif di seluruh lini bisnis perseroan.
Segmen infrastruktur dan manufaktur mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 38,35% menjadi Rp 2,23 triliun.
Pendapatan dari jasa pabrikasi dan konstruksi mengalami peningkatan sebesar 34,74% menjadi Rp 216,98 miliar.
Sektor perdagangan, jasa, dan investasi mencatatkan pertumbuhan paling tajam sebesar 4.536% menjadi Rp 142,97 miliar.
Meskipun pendapatan meningkat, beban pokok pendapatan perseroan turut membengkak sebesar 40,02% menjadi Rp 1,94 triliun.
Kondisi beban yang tinggi menyebabkan BNBR mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 224,81 miliar, berbalik dari laba bersih sebesar Rp 55,87 miliar pada tahun lalu.
Direktur BNBR Roy Hendrajanto M Sakti menyatakan, penurunan laba bersih tersebut terutama disebabkan oleh dampak eksternal berupa kenaikan floating rate terhadap beban bunga PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).
“Khususnya pada tahun-tahun awal setelah akuisisi ketika komponen beban bunga masih relatif tinggi,” kata Roy.
Perseroan sebelumnya telah mengakuisisi 90% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,4 triliun.
Di sisi lain, BNBR berhasil mencatatkan laba usaha sebesar Rp 301,53 miliar atau melonjak 283,21% dibandingkan periode sebelumnya.
Capaian EBITDA perseroan juga tercatat positif sebesar Rp 423,04 miliar, meningkat 230,93% dari Rp 127,83 miliar.
Wakil Direktur Utama sekaligus Co-CEO BNBR, A Ardiansyah Bakrie, menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja didorong oleh peningkatan pendapatan dari sejumlah anak usaha utama.
PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 626,78 miliar, yang dipicu oleh konsolidasi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group mencatatkan pendapatan bersih Rp 646,61 miliar, didorong oleh peningkatan penjualan kendaraan listrik dan produk PT Bakrie Autoparts (BA) Group.
PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group menyumbang pendapatan bersih sebesar Rp 1,3 triliun, tumbuh 10,2% dari periode sebelumnya.
Pertumbuhan BMI didukung oleh kenaikan pendapatan PT Bakrie Construction (BCons) sebesar 33,6% dan PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) sebesar 15,1%.
Untuk memperkuat struktur modal, perusahaan telah melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) senilai Rp 4,76 triliun pada akhir Juli lalu.
Manajemen BNBR menegaskan bahwa prospek ke depan tetap didukung oleh portofolio infrastruktur strategis, termasuk jalan tol dan jaringan pipanisasi minyak dan gas.
Perseroan menyatakan akan terus melakukan ekspansi bisnis di sektor industri, khususnya dalam bidang elektrifikasi transportasi dan energi berkelanjutan.







