Fenesia – Syahganda Nainggolan, anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkap penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Syahganda ditangkap di kediamannya di Depok, Jawa Barat, Selasa (13/10/2020) subuh. Penangkapanya diduga berkaitan dengan pelanggaran UU ITE. Namun belum ada informasi lebih lanjut mengenai kasus tersebut.
Lalu siapakah sosok Syahganda Nainggolan sebenarnya?
Syahganda merupakan salah satu anggota dari Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). KAMI mendeklarasikan diri pada Selasa (18/8/2020) yang dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, beserta sejumlah tokoh lainnya. Kala itu, Din yang menjabat sebagai Presidium KAMI mengatakan, acara deklarasi tersebut diikuti para anggotanya di beberapa daerah di Indonesia dan luar negeri.
Selain itu Syahganda Nainggolan juga membentuk pusat kajian kebijakan publik Sabang-Merauke Circle (SMC). Disahkan pada tahun 2010 Syahganda menjabat sebagai Ketua Dewan Direktur SMC. Syahganda mengatakan, kajian SMC akan mengungkap persoalan seputar nasionalisme, kepemimpinan, daya saing nasional dan kesejahteraan rakyat.
Nama Syahganda Nainggolan juga pernah disebut-sebut berkaitan dengan akun Twitter @TrioMacan2000. Sekitar tahun 2012 akun Twitter tersebut kerap menuliskan informasi soal korupsi tokoh ternama. Namun demikian, Syahganda menolak disebut memiliki keterkaitan dengan akun itu. “Saya ini doktor ilmu politik. Masa dikait-kaitkan sama akun @triomacan? Bikin malu saja,” kata Syahganda dilansir dari beritasatu.com, November 2014.
Pihak kepolisian menangkap RN dan ES yang diduga berada di balik akun @TrioMacan2000. Syahganda tak menolak dirinya disebut mengenal RN, namun Syahganda membantah ia mengenal ES. Ketika ditanya tanggapannya atas penangkapan kedua nama tersebut, Syahganda menjawab tak tahu apa-apa mengenai hal itu. “Saya tak tahu dan tak mengikuti,” ujar dia.
Syahganda sendiri dalam beberapa jam sebelum penangkapan masih bercuit soal demo penolakan UU Cipta Kerja di akun Twitternya. Selain itu, Syahganda juga sempat minta pemerintah agar fokus urus Covid-19 dan krisis ekonomi, dan menunda UU Omnibus Law selamanya.







