Ecozone

Pramono Anung Instruksikan BUMD Serap Komoditas dari Daerah Terdampak Bencana

92
×

Pramono Anung Instruksikan BUMD Serap Komoditas dari Daerah Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
4e7bc75a4d6eed65790a36c4c16c6528.jpg
4e7bc75a4d6eed65790a36c4c16c6528.jpg

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menginstruksikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk aktif menyerap komoditas dari wilayah-wilayah yang terdampak bencana alam. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen membantu pemulihan ekonomi daerah yang tengah berjuang bangkit.

Instruksi tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. Ia menyatakan kesiapan Jakarta untuk menampung berbagai komoditas pangan dari daerah-daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami sampaikan, Pemprov DKI Jakarta siap menerima sepenuhnya komoditas yang akan dijual oleh daerah-daerah, baik itu beras, cabai, daging, atau apapun,” ujar Pramono, Senin (22/12/2025).

Perumda Pasar Jaya menjadi salah satu BUMD yang ditugaskan untuk melaksanakan instruksi tersebut. Selain itu, seluruh dinas di bawah Pemprov DKI Jakarta juga diminta untuk mengambil langkah serupa.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan wilayah pascabencana banjir dan longsor di Sumatera. Ia mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta telah memulai pembelian komoditas dari Aceh sejak beberapa waktu lalu.

“Sejak Jumat kemarin, kita sudah mengambil cabai dari Aceh. Alhamdulillah, Pak Gubernur juga setuju dengan kontrak farming yang kita lakukan dengan wilayah setempat,” kata Rano. Ia menyebut, Perumda Pasar Jaya telah membeli sekitar 1,4 ton cabai dari wilayah terdampak bencana di Aceh.

Rano optimistis, komoditas dari Aceh akan terserap dengan baik di pasar Jakarta. Selain kualitasnya yang baik, cabai Aceh juga dijual dengan harga yang lebih terjangkau oleh Perumda Pasar Jaya. “Semoga ini bisa membantu memulihkan perekonomian warga Sumatera yang terdampak bencana,” harapnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Gubernur dengan membeli cabai langsung dari petani di Aceh. Komoditas tersebut kemudian dipasarkan di seluruh gerai milik Perumda Pasar Jaya.

Agus mengklaim bahwa Pasar Jaya menjual cabai Aceh dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga di pasaran. “Contohnya, jika di pasaran harganya antara Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu, kita jual Rp 40 ribu per kilogram,” pungkas Agus Himawan.

Kepingan emas batangan dengan latar belakang grafik pasar keuangan yang menunjukkan tren harga
Ecozone

Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada Rabu (7/10/2026). Pergerakan emas dipengaruhi kekhawatiran inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi serta prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.147,77 per ons troi pada pukul 00.43 GMT. Sementara…

Gedung Federal Reserve di Washington DC dengan latar belakang bendera Amerika Serikat
Ecozone

Risiko inflasi yang masih berada di atas target 2% membuat Federal Reserve (The Fed) tetap membuka peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebelum akhir 2026. Hal tersebut tercermin dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 15–16 September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026). Dalam rapat tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75%–4,00%. Mayoritas pejabat The Fed menilai…